Renungan Harian Kristen 25 Juni 2026 - Berpaling Kepada Tuhan
Suci Rahayu PK June 24, 2026 06:11 PM

Renungan Harian Kristen 25 Juni 2026 - Berpaling Kepada Tuhan

Bacaan ayat: Rut 1:5 (TB)  Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Dalam budaya patriarki, kehilangan laki-laki dalam keluarga adalah bencana. Laki-laki dipandang sebagai simbol kesejahteraan, sebab melalui mereka masa depan keluarga dapat dijaminkan.

 Laki-laki juga menjadi penanda keberlangsungan generasi dimasa depan.

Kehilangan laki-laki, dapat diartikan sebagai kehilangan masa depan dan lenyapnya garis keturunan.

Wajar jika dalam budaya lama, ketika terjadi pertempuran, kaum laki-laki akan dibunuh dan perempuan dijadikan sebagai rampasan perang. 

Miris bukan?

Alkitab dengan jelas memposisikan laki-laki dan perempuan setara. 

Mereka diciptakan sama-sama diciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang dikehendaki menjadi penolong yang sepadan. Dan inilah yang dipulihkan dalam karya penebusan melalui Yesus Kristus.

Bencana kelaparan telah membuat Keluarga Elimelekh merantau sebagai orang asing. Mereka tinggal di Moab.

Bersama istrinya, Naomi, dan kedua putranya, Mahlon dan Kilyon, Elimelekh mencoba peruntungan. Lama setelah itu, Elimelekh mati meninggalkan istri dan kedua putranya.

Naomi bertahan dan berhasil menghantarkan kedua putranya untuk menikah; berharap bahwa keturunannya akan berlanjut.

Namun kenyataan berkata lain, kedua putranyapun meninggal. Naomi harus tinggal bersama kedua menantunya, Orpa dan Rut.

 Dalam keputusasaan, Naomi meminta mereka untuk kembali ke bangsanya, menimbang tidak ada lagi harapan masa depan jika tetap tinggal bersamanya.

Orpa pergi, namun Rut tetap tinggal. Ia bersikeras untuk mendampingi Naomi, apapun yang terjadi. Kemana mereka akan pergi? Betlehem. Ya. Itu tempat dimana dulu Naomi pernah tinggal. 

Rasa malu ditepis demi secuil pengharapan yang masih sisa, sebab permulaan musim menuai jelai telah tiba. Sebuah pilihan yang bijak.

Bukan hanya kembali kepada komunitas dimana ia pernah tinggal. Lebih jauh, mereka kembali kepada Allah. 

Sesuai janjinya, Rut pun menyembah Allah yang disembah oleh Naomi.

Kehidupan kadang begitu kejam, memaksa orang-orang untuk mengambil sikap yang tepat. Beberapa orang bisa beradaptasi, namun sebagian lain harus jatuh dan terpuruk.

Pertimbangan logis dipakai untuk mengambil sebuah keputusan baik dan masuk akal. Namun tetap saja tidak ada jaminan bahwa semua akan lebih baik. 

Kembali berpaling kepada Allah adalah pilihan paling bijak. Pilihan didasarkan pada paham bahwa Allah lah Pemilik otoritas mutlak atas kehidupan.

Manusia diijinkan untuk merancang dan merencanakan kehidupan. Namun dalam prosesnya jangan pernah melupakqn Tuhan. Tuntunan-Nya pasti.

Penyertaan-Nya nyata dalam setiap jengkal perjalanan kehidupan. Itu sebabnya kembali berpaling kepada Allah menjadi awal penataan ulang kehidupan. 

Apapun yang terjadi, teruslah fokus pada Allah dan jangan berpaling kepada yang lain. Jika pernah berpaling dari Allah, maka tidak ada kata terlambat untuk kembali berpaling kepada-Nya. Percayalah... Amin.

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.