TRIBUNMANADO.CO.ID, Kotamobagu - Mengenal Gabriel Gilbert Miller Kamasi, siswa SMA Kristen Kota Kotamobagu wakili Sulawesi Utara (Sulut) sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2026.
Gabriel tinggal di Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Dia jadi salah satu utusan Sulut untuk Paskibraka Nasional 2026.
Gabriel merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Putra dari pasangan Revly Kamasi dan Gladys Rantung tersebut lahir pada 15 April 2010.
Kepada Tribun Manado, Biel sapaan akrabnya, mengaku kaget saat pengumuman untuk menjadi utusan Sulut ke Paskibraka nasional tahun 2026.
"Saat pengumuman pertama saya kaget dan tentunya senang sekali karena saya menjadi perwakilan Sulut untuk bertugas di tingkat nasional," katanya saat dihubungi via WhatsApp.
"Saya juga merasa bangga dengan pencapaian yang saya raih, karena akhirnya perjuangan saya selama ini tidak sia-sia, semua rasa lelah terbayarkan dengan hasil yang Saya terima sebagai utusan Sulut tahun ini," lanjutnya.
Setelah pengumuman, cowok ganteng hoby bermain voli ini mengaku orang pertama di hubungi yaitu kedua orang tuanya.
"Mama dan papa, karena selama ini orang tua saya adalah support sistem terbaik. Mereka adalah sosok yang selalu meyemangati dan meyakinkan saya untuk terus maju dalam proses seleksi berlangsung pencapaian saya ini tidak terlepas dari doa dan dukungan dari mama dan papa, jadi mereka lah yang paling pertama dihubungi usai pengumuman," jelasnya.
Dirinya juga selalu mengingat pesan yang selalu kedua orang tuanya ingatkan yakni selalu andalkan Tuhan, tetap rendah hati dan tepati nazar Gabriel kepada Tuhan.
Anak dari seorang petani ini mengaku bahwa bagian paling berkesan bagi dirinya selama proses seleksi yaitu pada saat tes MCU.
"Saat tes berlangsung, rasanya campur aduk karena muncul rasa kekhawatiran akan hasil tes nantinya seperti apa. Tapi Puji Tuhan hasilnya bagus dan sesuai dengan yang saya harapkan," ucapnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa saat itu rasa tegang tentunya pasti ada, tapi rasa bangga jauh lebih besar karena bisa membawa nama baik Kota Kotamobagu di tingkat nasional dan juga Sulut.
"Saya tidak merasa insecure karena saya sangat yakin dengan potensi yang ada pada diri saya sendiri. Karena sejauh ini saya sudah sangat berusaha dan mengupayakan yang terbaik demi membawa nama baik daerah di tingkat nasional," tandasnya.
(TribunManado.co.id//Pin)