WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku kerap mendengar langsung berbagai keluhan warga, mulai dari persoalan parkir liar hingga kemacetan, saat menggunakan transportasi umum.
Momen itu dimanfaatkannya untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memahami kebutuhan warga secara langsung.
Pramono rutin menggunakan transportasi umum setiap Rabu seiring kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan angkutan umum pada hari tersebut.
Menurut Pramono, selama perjalanan menggunakan TransJakarta, dirinya lebih memilih berbincang dengan penumpang dibandingkan bermain telepon genggam atau menikmati pemandangan.
"Ngobrol. Saya enggak pernah pegang HP di TransJakarta. Jadi saya enggak pernah pegang HP. Saya lebih banyak ingin mendengar keluhan, masukan, dan saran. Menurut saya itu yang lebih bermanfaat. Ngapain sudah naik TJ megang HP," kata Pramono saat ditemui di dalam bus TransJakarta rute 1R Senen- Tanah Abang, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan, percakapan dengan warga menjadi salah satu cara efektif untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Dari interaksi tersebut, banyak informasi yang diterimanya terkait kondisi lalu lintas maupun permasalahan lingkungan di berbagai wilayah Jakarta.
Baca juga: PLN UID Banten Selesaikan Pemulihan Sistem Kelistrikan, Pasokan Listrik di Banten Kembali Normal
"Ya, untuk mendengar. Jadi bisa tahu apa yang menjadi keinginan masyarakat. Terutama menyangkut lalu lintas. Misalnya ada tempat yang belum pernah saya lihat, ternyata di situ banyak parkir liar dan sebagainya. Saya dapat informasi itu dari mereka," ujarnya.
Pramono menegaskan keluhan yang disampaikan warga merupakan persoalan yang benar-benar mereka rasakan. Karena itu, masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menentukan langkah tindak lanjut.
"Iya, dirasakan. Apa yang kemudian bisa ditindaklanjuti," tuturnya.
Tak hanya soal transportasi dan lalu lintas, Pramono juga kerap menanyakan kepada warga mengenai manfaat program-program bantuan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta.
Ia mengaku sering bertanya apakah keluarga penumpang telah menerima bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), maupun bantuan sosial lainnya.
"Kalau enggak, saya juga tanya. Misalnya keluarganya ada yang dapat KJP, KJMU, atau bantuan sosial lainnya. Dan mereka rata-rata menyampaikan itu. Memang ada yang dapat, ada yang enggak dapat," katanya.
Menurut Pramono, seluruh masukan yang diterima selama menggunakan transportasi umum menjadi sumber informasi yang berharga untuk memperkaya pemahamannya mengenai kebutuhan masyarakat Jakarta.
"Itu memperkaya pengetahuan saya tentang bagaimana kebutuhan masyarakat yang ada di sini," ucap Pramono. (m27)