TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi memberikan penjelasan terkait perbedaan iuran Program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) dengan retribusi sampah pemerintah yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Kepala DLH Kota Jambi Mahruzar di Jambi, Selasa, mengatakan retribusi sampah sebesar Rp5.000 yang dibayarkan masyarakat melalui rekening Perumda Air Minum Tirta Mayang merupakan biaya pelayanan resmi pemerintah kota dalam pengelolaan sampah.
Menurut dia, retribusi tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan pengangkutan sampah dari depo transfer menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta proses pengolahan sampah di lokasi tersebut.
"Retribusi yang dibayarkan melalui rekening PDAM itu merupakan pelayanan yang diberikan pemerintah kota dalam hal pengangkutan sampah dari depo ke TPA dan pengolahan di TPA," katanya.
Pihaknya menegaskan iuran yang dikelola di tingkat rukun tetangga (RT) melalui program OPBM digunakan untuk membiayai operasional gerobak motor atau bentor yang bertugas menjemput sampah langsung dari rumah warga menuju depo transfer.
Dana yang berasal dari iuran tersebut tidak masuk ke pemerintah daerah, kata Mahruzar, melainkan dikelola untuk mendukung operasional armada pengangkut sampah dan petugas yang melayani masyarakat di lingkungan masing-masing.
"Iuran itu bukan masuk ke pemerintah, tetapi kembali ke masyarakat untuk biaya operasional gerobak motor beserta operatornya," kata dia.
Besaran iuran juga tidak ditetapkan secara seragam, melainkan disepakati melalui musyawarah warga dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Mahruzar mengatakan keberhasilan program OPBM sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan peran aktif ketua RT dalam memberikan pemahaman terkait mekanisme iuran serta sistem pengangkutan sampah.
Sementara Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Program OPBM berpeluang digratiskan apabila masyarakat secara konsisten memilah sampah dari rumah sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat mendukung operasional program tersebut.
Baca juga: Lewat Film Teman Tegar: Maira, Pemkot Jambi Perkuat Pendidikan Karakter dan Kesadaran Lingkungan