Dari Kecintaan pada Bunga, Heriyanto Bangun Mimpi di Lumajang
Titis Jati Permata June 24, 2026 05:04 PM

SURYA.co.id, LUMAJANG – Tidak banyak laki-laki yang memilih menghabiskan waktunya merawat bunga dan tanaman hias. 

Karena itulah, saat pertama kali menekuni hobinya, Heriyanto sempat
mendapat cibiran dari orang-orang di sekitarnya.

"Masa laki-laki suka tanaman hias?" begitu kalimat yang masih diingatnya hingga sekarang.

Namun ejekan itu tak membuat warga Lumajang tersebut berhenti.

Justru dari kegemarannya merawat tanaman, Heriyanto menemukan jalan hidup yang kini menghidupi keluarganya.

Di bawah naungan Hasanah Florist, usaha tanaman hias yang dirintisnya berkembang hingga memiliki tiga toko di Kabupaten Lumajang.

"Saya memang suka keindahan. Kalau lihat tanaman tertata rapi itu ada kepuasan
tersendiri," ujarnya saat ditemui dalam program Mlaku-Mlaku Jatim.

Berawal dari Sering Jalan-Jalan ke Batu

Kecintaannya pada tanaman tumbuh saat dirinya sering berkunjung ke Kota Batu dan
Malang.

Saat melihat banyak taman dan sentra tanaman hias berkembang di daerah tersebut, muncul pertanyaan sederhana dalam pikirannya.

"Kenapa Lumajang nggak bisa punya tempat seperti ini?" katanya.

Pertanyaan itulah yang akhirnya mengubah hobinya menjadi sebuah usaha.

Awalnya ia hanya mengoleksi tanaman untuk kesenangan pribadi. 

Namun seiring waktu, koleksinya semakin banyak hingga mulai dijual kepada teman dan kerabat.

Tanpa disadari, hobi yang awalnya dianggap aneh itu mulai menghasilkan uang.

Pernah Rugi Puluhan Juta Rupiah

Perjalanan membangun usaha tanaman hias ternyata tidak selalu indah seperti warna-warni
bunga yang dijualnya.

Heriyanto pernah mengalami kerugian besar saat mencoba memperluas usaha.

Modal sekitar 20 juta yang ditanamkan untuk membeli berbagai jenis tanaman justru
berakhir pahit.

Banyak tanaman mati sebelum sempat terjual. "Waktu itu banyak bunga yang tewas. Saya rugi cukup besar," kenangnya.

Kerugian itu membuatnya terpukul. Bukan hanya karena kehilangan modal, tetapi juga
karena harus memikirkan nasib para karyawan yang menggantungkan hidup dari usahanya.

"Paling berat itu saat dagangan habis, uang habis, tapi saya masih harus memikirkan
karyawan," ujarnya.

Namun Heriyanto memilih bertahan. Ia kembali membeli tanaman, belajar dari kesalahan, dan memperbaiki sistem perawatan.

Istri Jadi Penyemangat Saat Hampir Menyerah

Di tengah masa-masa sulit itu, ada satu sosok yang selalu berada di sampingnya.
Nama Hasanah florist yang kini menjadi identitas usahanya bahkan diambil dari nama sang istri sebagai bentuk penghargaan atas dukungan yang diberikan.

"Istri saya yang paling banyak mendukung. Saat saya lemah, dia selalu menyemangati,"
katanya.

Dukungan itulah yang membuat Heriyanto kembali bangkit dan melanjutkan usahanya.

Dari Hobi Menjadi Rezeki

Kini ribuan tanaman menghuni area usahanya. Mulai dari aglaonema, bonsai, palem, tanaman daun hingga berbagai jenis bunga hias yang didatangkan dari berbagai daerah.

Saat musim kemarau seperti sekarang, Heriyanto harus lebih sering melakukan penyiraman
dan perawatan agar tanaman tetap tumbuh optimal.

Menurutnya, usaha tanaman hias membutuhkan kesabaran tinggi karena setiap tanaman
memiliki karakter yang berbeda.

"Kalau dari hobi, capek pun tetap dijalani. Karena kita memang suka," ujarnya.

Gran Max Jadi Andalan Operasional

KENDARAAN ANDALAN - Daihatsu Gran Max yang jadi andalan Heriyanto warga Kabupaten Lumajang, pemilik Hasanah Florist. Dari kegemarannya merawat tanaman, Heriyanto menemukan jalan hidup yang kini menghidupi keluarganya.

Dalam menjalankan usaha sehari-hari, Heriyanto mengandalkan Daihatsu Gran Max untuk
mengangkut berbagai jenis tanaman ke toko maupun ke pelanggan.

Ia mengaku telah menggunakan kendaraan tersebut sejak tahun 2016.

Menurutnya, kapasitas angkut yang besar dan konsumsi bahan bakar yang irit menjadi
alasan utama memilih kendaraan tersebut.

"Saya suka karena irit dan baknya pas untuk usaha saya," katanya.

Ingin Punya Taman yang Lebih Besar

Meski kini usahanya terus berkembang, Heriyanto masih memiliki mimpi yang belum
tercapai.

Ia ingin memiliki lahan yang lebih luas agar dapat menghadirkan lebih banyak koleksi
tanaman hias untuk masyarakat Lumajang.

Baginya, tanaman bukan sekadar barang dagangan. Tanaman adalah hobi yang berubah menjadi sumber penghidupan.

"Kalau mau usaha, mulailah dari hobi. Karena kalau dari hobi, saat rugi pun kita masih mau
belajar dan bangkit lagi," ujarnya.

Mlaku-Mlaku Jatim : Mengangkat Cerita UMKM Lokal

Kisah Heriyanto menjadi bagian dari program Mlaku-Mlaku Jatim, program Tribun Jatim
bersama Daihatsu Indonesia yang mengangkat cerita perjuangan pelaku UMKM dan usaha
lokal di berbagai daerah Jawa Timur.

Melalui program ini, berbagai kisah pelaku usaha lokal dihadirkan untuk menunjukkan
perjuangan, tantangan, serta semangat bertahan dan berkembang di tengah perubahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.