Pendamping Korban Perundungan SMAN 2 Bantul Datangi DP3AP2KB, Berharap Kasus Segera Terungkap
Joko Widiyarso June 24, 2026 06:14 PM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL -  Korban perundungan sekaligus pemilik akun Threads @gh05tx0 bertemu dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul di Kantor DP3AP2KB Bantul pada Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com, pertemuan berlangsung lebih dari satu jam yakni pada pukul 13.41 WIB sampai pukul 14.31 WIB. Kala itu korban datang didampingi orang tua dan rekannya Dini Sandra (31), warga Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.

Dini sebelumnya juga sempat memberikan dukungan kepada korban melalui postingan di media sosial Threads @dinisandra__. Usai pertemuan tersebut, Dini menyampaikan bahwa pertemuan dilakukan untuk mendukung pemulihan korban.

"Dari DP3AP2KB Bantul tadi menyampaikan bahwa akan menindaklanjuti kasus yang dialami korban.," ucap dia, usai bertemu dengan DP3AP2KB Bantul.

Saat disinggung terkait perkembangan penanganan guru di SMA Negeri 2 Bantul dan pihak yang diduga terlibat melakukan tindak perundungan, Dini mengaku tidak bisa memastikannya.

"Kalau untuk penanganan sekolah, saya belum tahu persis," jelas dia.

Kendati demikian, pihaknya berharap kasus ini dapat segera terungkap dan pihak sekolah dapat mengakui perbuatan yang dilakukan oleh beberapa guru di SMA Negeri 2 Bantul tersebut.

"Harapannya tetep sama ya, Mbak. Ada pengakuan dari sekolah kalau keadaan korban saat ini terjadi memang dari sekolah. Dan kami harap, ke depan ada perbaikan untuk sistem pengajar di SMA Negeri 2 Bantul," pinta dia.

Selain itu,  Dini berharap, beberapa guru yang terlibat melakukan perundungan kepada korban mendapat sanksi atau dipindah tugaskan. Harapan itu disampaikan demi menjaga tata kelola SMA Negeri 2 Bantul yang lebih baik dan mencegah kejadian serupa.

irit komentar

Plt Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso, enggan memberikan banyak komentar terkait peristiwa itu. Namun, ia memastikan bahwa sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan.

"Masih berproses, Mbak," katanya.

Sementara itu, Waka Humas SMA Negeri 2 Bantul, Husna Nisrina, menyampaikan pihak sekolah sudah memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosial Instagram-nya. 

Dengan begitu, apa yang telah diproses oleh DP3AP2KB Bantul, pihaknya siap mengikutinya. Ia menilai bahwa DP3AP2KB Bantul sudah memiliki SOP sendiri dan alur kerja. Pihaknya pun akan kooperatif dengan hasil asesmen yang dilakukan oleh DP3AP2KB Bantul. 

"Kami satu kata ya, Mbak. Mengikuti proses dari DP3AP2KB Bantul karena (korban sudah melaporkan) ke DP3AP2KB Bantul. Jadi pihak yang berwenang untuk melakukan prosesnya, DP3AP2KB. Jadi kami mengikuti, kami kooperatif (dengan hasil) DP3AP2KB," paparnya.

Kasus itu disampaikan melalui akun Threads @gh05tx0 dan mendapatkan dukungan dari rekannya @dinisandra__ agar kasus tersebut mendapatkan jalan keluar.

Perundungan tersebut bermula pada saat korban duduk di bangku kelas 11 SMA Negeri 2 Bantul. Akibat kejadian itu, korban mengalami gangguan mental dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan mental. (nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.