Dishub Tana Tidung Temukan PJU Ditutup Kantong Plastik, Minta Masyarakat Ikut Jaga Fasilitas Umum
Junisah June 24, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) setelah ditemukan beberapa unit lampu jalan yang sengaja ditutup menggunakan kantong plastik oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengatakan PJU merupakan salah satu sarana dan prasarana publik yang manfaatnya dirasakan bersama sehingga perawatan dan pengawasannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Himbauan kepada masyarakat bahwa PJU ini kan salah satu sarpras umum yang wajib kita mulai dari perawatannya harus kita jaga bersama karena manfaatnya pun kita rasakan bersama. Tidak hanya kewajiban pemerintah daerah saja, masyarakat pun harapan kami turut ikut menjaga,” ujar Arief kepada TribunKaltara.com, Rabu (24/6/2026).

Ia mengungkapkan, belum lama ini petugas menemukan adanya beberapa unit PJU yang ditutup menggunakan kantong plastik di wilayah Desa Sesayap Selor.

Baca juga: Minimnya Anggaran dan Tenaga Teknis di Lapangan, Dishub Tana Tidung Sebut Perawatan PJU tak Optimal

Menurutnya, terdapat tiga hingga empat lampu PJU yang berada pada satu ruas jalan dalam kondisi tertutup plastik.

“Selain itu ini kejadian yang belum lama ini teman-teman temui di Desa Sesayap Selor. Jadi di situ ada tiga atau empat lampu PJU yang pada saat itu ditutup sama kantong plastik,” katanya.

Arief menjelaskan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif di balik tindakan tersebut. Namun, karena posisi lampu yang tertutup berada di kawasan yang berdekatan dengan sejumlah bangunan sarang walet, muncul dugaan adanya pihak tertentu yang ingin memanfaatkan kondisi jalan yang lebih gelap.

“Ini asumsi kami saja, tapi semoga bisa jadi warning untuk kita semua. Daerah yang lampunya tertutup plastik itu kan daerah yang banyak sarang walet. Takutnya ada oknum yang memang memanfaatkan situasi, mau berbuat kriminal mungkin mau mencuri sarang walet atau apa, tapi masih asumsi kami,” ujarnya.

Ia menilai tindakan tersebut justru bertentangan dengan tujuan pemasangan PJU yang selama ini dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.

Baca juga: Tahun Depan Dishub Tana Tidung Targetkan Pemasangan PJU dari Masjid Al Jihad - Simpang Sesayap Selor

“Yang lampu itu harusnya membantu kita untuk lebih aman dan nyaman, ternyata ada oknum tidak bertanggung jawab yang istilahnya mengganggu itu. Kita juga tidak tahu tujuannya apa,” ungkap Arief.

Meski belum dapat dipastikan penyebabnya, Dishub menduga ada kemungkinan tindakan tersebut dilakukan secara sengaja karena posisi lampu yang ditutup berada dalam satu deretan.

“Kalau cuma satu ya mungkin masih bisa kita berpikir hanya plastik nyangkut yang terbawa angin. Tapi ini ada tiga atau empat unit yang ditutup dengan plastik dan itu di posisi yang berjejer,” katanya.

Arief mengaku pihaknya juga heran bagaimana plastik tersebut dapat dipasang mengingat posisi lampu berada pada ketinggian tertentu.

“Kami tidak tahu juga bagaimana cara mereka kasih plastik di situ, padahal kan itu tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Dishub, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar satu minggu lalu.

Menanggapi hal itu, Arief berharap pemerintah desa bersama masyarakat dapat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan sebagai bentuk pengawasan bersama terhadap fasilitas publik.

ARIEF PRASETIAWAN -Kepala Plt Dishub Tana Tidung Arief Prasetiawan.
ARIEF PRASETIAWAN -Plt Kepala Dishub Tana Tidung Arief Prasetiawan. (TribunKaltara.com/Rismayanti)

“Harapan kami masing-masing desa melalui linmasnya masing-masing mengaktifkan kembali siskamling itu,” katanya.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap fasilitas umum tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kemudian juga tanggung jawabnya tidak hanya di pemerintah, tapi harapan kami mereka juga berperan, mau desa, aparatur desa, linmasnya dan masyarakat setempat juga mohon dengan hormat bisa membantu merawat itu,” tuturnya.

Selain menjaga fasilitas yang ada, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan maupun gangguan terhadap PJU agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada kerusakan apapun bisa sampaikan ke kami, karena PJU ini memang tanggung jawabnya pemerintah daerah, baik itu perbaikannya, perawatannya, bahkan pembayaran pulsanya pun juga tanggung jawab kami. Tapi masyarakat juga harus andil untuk membantu mencegah kerusakan,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.