Dorong Naik Kelas, PNM Bawa 20 Nasabah Mekaar Berjualan di Grand Final PFL 2026
Dwi Rizki June 24, 2026 07:17 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gelaran Grand Final Pro Futsal League (PFL) 2026 tak hanya menjadi panggung bagi para pemain futsal terbaik Tanah Air.

Di balik semarak pertandingan, ajang tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk mengembangkan usahanya.

Sebanyak 20 nasabah PNM Mekaar mendapat kesempatan berjualan langsung di area Grand Final PFL 2026.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera melalui akses pasar yang lebih luas.

PNM memanfaatkan momentum tersebut bukan hanya untuk mendukung perkembangan olahraga nasional, tetapi juga menghadirkan ruang bagi pelaku usaha ultra mikro agar dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Kesempatan berjualan di ajang berskala nasional dinilai penting bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses pasar yang lebih besar.

Selain membantu meningkatkan pendapatan, akses pasar yang lebih luas juga diharapkan dapat mengurangi kerentanan masyarakat terhadap praktik pinjaman tidak resmi atau rentenir yang kerap membebani pelaku usaha kecil.

Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Dukung PK Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Jaksel

Bagi sebagian masyarakat prasejahtera, kebutuhan ekonomi yang mendesak sering kali membuat mereka bergantung pada pinjaman berbunga tinggi. Kondisi tersebut tidak jarang menghambat perkembangan usaha karena sebagian besar keuntungan digunakan untuk membayar cicilan.

Karena itu, akses pembiayaan yang aman dan disertai pendampingan menjadi salah satu solusi agar pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Salah satu nasabah PNM Mekaar yang ikut berjualan di Grand Final PFL 2026, Iin Sutiyani, mengaku bersyukur mendapat kesempatan tersebut.

Menurutnya, sebelum bergabung dengan PNM Mekaar, dirinya sempat menghadapi tekanan ekonomi akibat kebutuhan keluarga dan kewajiban membayar pinjaman harian.

"Dulu, setiap hari rasanya seperti dikejar waktu. Bukan hanya memikirkan dagangan harus laku, tetapi juga tagihan pinjaman harian yang terus datang. Dengan kondisi suami yang sakit dan usaha kecil sebagai tumpuan keluarga, tekanan itu membuat langkah saya terasa berat," ujar Iin.

Ia menuturkan, setelah memperoleh akses permodalan melalui PNM Mekaar, dirinya dapat menjalankan usaha dengan lebih tenang dan fokus mengembangkan usahanya.

"Setelah bergabung dengan PNM Mekaar, saya perlahan bisa mendapatkan akses modal yang lebih aman dan menata usaha dengan lebih tenang. Sekarang, bisa berjualan di Grand Final PFL 2026 menjadi kebanggaan tersendiri karena saya merasa usaha kecil seperti kami juga punya kesempatan untuk tumbuh dan dihargai," katanya.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui pemberian modal usaha, tetapi juga perlu dibarengi dengan pembukaan akses dan kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha ultra mikro.

Menurut dia, akses terhadap pasar menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.

"Bagi perempuan ultra mikro, modal bukan sekadar uang. Modal adalah kesempatan untuk bernapas lebih lega, berdiri lebih kuat, dan melanjutkan perjuangan dengan harapan baru. Ketika mereka diberi ruang untuk tumbuh, yang bergerak bukan hanya usahanya, tetapi juga keluarganya dan ekonomi di sekitarnya," ujar Kindaris.

Melalui keterlibatan 20 nasabah PNM Mekaar dalam Grand Final PFL 2026, PNM berharap semakin banyak pelaku usaha ultra mikro yang mampu berkembang, memperluas pasar, serta terhindar dari jerat rentenir sehingga dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi kerakyatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.