TRIBUNTRENDS.COM - Nasib uang sayembara Rp250 juta yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menemukan Taufik Hidayat hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Setelah pelaku kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berhasil diamankan, muncul pertanyaan mengenai siapa pihak yang berhak menerima hadiah tersebut.
Dedi Mulyadi mengatakan keputusan terkait pemberian sayembara masih akan dibahas bersama kepolisian.
Pasalnya, hadiah itu semula dijanjikan bagi warga yang berhasil menemukan keberadaan Taufik Hidayat yang sempat menjadi buronan.
Namun, dalam perkembangannya, pelaku akhirnya berada dalam penguasaan aparat penegak hukum.
Dedi menilai pemberian hadiah kepada anggota kepolisian perlu dikaji lebih lanjut agar tidak menimbulkan persoalan aturan maupun etika.
Di tengah pembahasan tersebut, terungkap fakta baru mengenai proses diamankannya Taufik.
Pelaku ternyata tidak ditangkap melalui operasi pengejaran secara paksa, melainkan menyerahkan diri kepada polisi.
Proses penyerahan itu difasilitasi oleh Dadang Ahyar Ismail yang disebut berhasil membujuk Taufik untuk menghadapi proses hukum.
Fakta tersebut pun memunculkan spekulasi baru terkait pihak yang paling berhak menerima uang sayembara bernilai ratusan juta rupiah tersebut.
Baca juga: Ditangkap, Taufik Hidayat Tak Terlihat Menyesal Sekap Pacar, Tenang Jawab Penyidik, DPR: Sangat Keji
Dadang adalah mantan atasan Taufik Hidayat, beberapa tahun lalu.
Proses penyerahan diri ini berlangsung di rumah Dadang di Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026) sore.
Mengenai hadiah sayembara bernilai fantastis yang dikeluarkan oleh Dedi Mulyadi, Dadang dengan berlapang dada mengaku tidak akan mengambil sepeser pun untuk pribadi.
Ia memilih mengalihkannya demi membantu biaya pengobatan korban yang menderita luka sangat berat.
"Kalau diberikan oleh Pak Dedi, uangnya saya berikan pada korban," ujar Dadang saat diwawancarai Tribun Jabar, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Isi Chat yang Dikirim Saudara Taufik Hidayat ke Keluarga Korban, Ngaku Diselingkuhi & Lakukan KDRT
Dadang membeberkan cerita di balik layar sebelum pelaku akhirnya menyerah.
Beberapa hari lalu, Taufik yang panik karena fotonya viral se-Indonesia mendadak menghubungi Dadang melalui sambungan telepon untuk meminta perlindungan.
"Dia bilang, dia viral se-Indonesia. Terus harus gimana, dia bilang ke saya minta bantuan perlindungan ke saya," kata Dadang.
Mendengar keluhan mantan anak buahnya, Dadang tidak melindunginya secara keliru.
Ia justru memberikan pemahaman logis dengan menyodorkan tiga pilihan pahit yang akan dihadapi pelaku jika terus melarikan diri.
"Saya bilang ke TH, pertama, kamu misalkan mau terus lari sampai kapan, pasti capek. Kedua karena sudah ramai, kamu bisa ditangkap warga dan bisa dihakimi sampai mati."
"Ketiga, semisalnya ketangkap polisi, kayak di TV bisa ditembak. Di situ saya bilang kamu milih yang mana. Lebih baik menyerahkan diri," ucapnya.
Setelah berpikir lama, Taufik akhirnya luluh dan berkata, "Ya sudah, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri."
Baca juga: Taufik Hidayat Sering Curhat ke Mantan Bosnya, Sebut Pacarnya Rela Bikin Tato di Badan, Tidak Curiga
Meski sudah berjanji, Taufik sempat menghilang beberapa saat.
Kejutan terjadi pada Selasa (23/6/2026) pagi, saat Dadang bersiap berangkat kerja, Taufik tiba-tiba sudah berdiri di depan rumahnya di Ciparay.
Dadang sempat bingung karena harus bekerja dan belum sempat menghubungi kepolisian.
Namun, ia dengan tegas mengunci komitmen pelaku agar tidak melarikan diri lagi dari pertanggungjawaban hukum.
"Akhirnya saya bilang ke TH, 'kamu terserah mau kemana. Tapi yang jelas hari ini kamu harus nyerahin diri'," tegas Dadang.
Barulah pada sore hari, jajaran kepolisian datang ke lokasi setelah berkoordinasi.
Sesuai perjanjian di awal, Taufik bersikap kooperatif saat dijemput petugas dengan syarat didampingi oleh Dadang dari belakang hingga ke Mapolda Jabar.
Kini, setelah pelarian sang buron berakhir damai berkat ketegasan mantan atasannya, publik tinggal menunggu realisasi dari komitmen mulia Dadang yang memilih mendonasikan uang sayembara tersebut untuk pemulihan fisik dan psikis korban YTR.
(TribunTrends/TribunJabar.id)