TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Kondisi Jalan Rusak di beberapa ruas jalan provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di wilayah Kabupaten Tana Tidung kerap menjadi keluhan masyarakat.
Salah satunya di KM 4 Jalan Trans Kaltara hingga menuju Simpang Manis Kabupaten Tana Tidung dan belum tertangani secara maksimal oleh Pemprov Kaltara. Ruas jalan tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tana Tidung sekaligus menjadi jalur penghubung menuju Kabupaten Malinau.
Pantauan TribunKaltara.com, sebagian besar jalan aspal yang ada di beberapa ruas jalan tersebut khususnya di daerah KM 4 tak jauh dari Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ( DPKP ) Tana Tidung sudah hampir rusak seluruhnya.
Sehingga saat cuaca panas akan sangat berdebu, sebaliknya saat curah hujan tinggi jalanan tersebut akan sangat licin, ditambah dengan kondisi jalan tersebut merupakan tanjakan yang cukup terjal dan kerap menimbulkan kekhawatiran penggunanya.
Baca juga: BPS Catat 83 Persen Jalan Provinsi di Kaltara Kondisi Rusak Berat, Terpanjang di Bulungan
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala menyampaikan, pemerintah provinsi memahami kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur jalan.
Namun, pelaksanaan pembangunan saat ini masih dipengaruhi kondisi anggaran yang mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi.
“Kita tahu kondisi sekarang karena kita tadi berbicara masalah efisiensi, mungkin banyak pekerjaan kegiatan pembangunan yang belum kita support untuk tahun ini,” ujar Ingkong Ala kepada TribunKaltara.com, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemporv Kaltara saat ini harus menentukan program pembangunan berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
"Karena sekarang ini tentunya juga kita lihat skala prioritas dengan kondisi kita saat ini,” katanya.
Meski demikian, Ingkong memastikan berbagai kebutuhan pembangunan yang menjadi aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Itu yang saya sampaikan tadi, banyak sekali yang kita melihat langsung dan masyarakat tidak perlu khawatir menyampaikan aspirasinya karena tahu apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di sektor infrastruktur yang mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi antarwilayah.
“Tapi pastinya kita sebagai Pemerintah Daerah akan tetap berupaya memberikan apa yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti