Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandar Lampung mengungkap program inovasi keagamaan dan kualitas madrasah menjadi magnet utama yang memicu animo orang tua calon siswa mendaftarkan anaknya sekolah di Madrasah.
Baca juga: Kemenag Lampung Bakal Larang Penggunaan Ponsel bagi Siswa Madrasah
Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Erwinto, mengatakan, program kurikulum keagamaan di Madrasah baik tingkat ibtidaiyah hingga tsanawiyah memiliki kurikulum yang tidak ada di sekolah reguler.
"Setiap tahun biasanya peminat madrasah selalu meningkat. Kalau dibandingkan kuota tahun 2025, ada 2.097 siswa, dan pada 2026 ada 2.209. Jadi sekitar 5 persen," kata Erwinto, Rabu (24/6/2026).
Tingginya animo peminat madrasah negeri hingga diserbu ribuan pendaftar ini diakui Erwinto tidak lepas dari tiga pilar keunggulan utama.
Dari sektor Kurikulum, Kemenag sukses menyuntikkan program inovasi unggulan berupa Tahfidzul Qur'an dan Qira'atul Qur'an dalam empat tahun terakhir.
Menurut Erwinto, output program ini terbukti nyata memikat masyarakat.
"Madrasah kita punya program Tahfiz, prestasinya luar biasa. kemarin kami memberi reward (penghargaan) kepada anak kelas 3 MIN yang sudah hafal 13 juz dan siswa kelas 6 yang hafal 16 juz," jelasnya.
Dari aspek tenaga pendidik, Erwinto memastikan kualitas dan rasio guru di madrasah negeri kini sangat ideal.
"Tidak ada lagi madrasah kekurangan guru, terutama setelah ditopang penuh oleh pengangkatan massal Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," Ujarnya.
Sementara dari sisi infrastruktur, ia mengungkapkan wajah madrasah di Bandar Lampung kini telah berubah total menjadi modern.
Berkat kucuran dana pembangunan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) serta perbaikan dari Kementerian PUPR, fasilitas gedung madrasah kini lebih memadai, bahkan ada sekolah yang bangunannya dua lantai karena memang lahannya sempit," Kata dia.
Ke depan, Erwinto mengungkapkan bahwa pihaknya menarget agar dampak positif program keagamaan di madrasah juga diadopsi ke sekolah reguler.
"Ke depan Erwinto mengatakan pihaknya bakal membangun sinergi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mendorong agar sekolah-sekolah umum (SD dan SMP) di Bandar Lampung juga membentuk Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ/TPQ).
"Kami ingin bersinergi dengan Dinas Pendidikan agar program tahfiz ini menjadi nyambung. Melalui TPQ resmi di sekolah umum, penunjukan guru agama setempat dan proses sertifikasinya akan berjalan sinkron di bawah payung hukum regulasi yang jelas. Secara formal, kami siap saling mendukung penuh agar pendidikan agama juga tegak di sekolah reguler," tegas Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, Erwinto.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)