Anemia dan Kondisi Fisik Menurun, Jemaah Haji Asal Bombana Sulawesi Tenggara Dipulangkan Lebih Awal
Sitti Nurmalasari June 24, 2026 05:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sanusi, dipulangkan lebih awal ke Indonesia setelah mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 38 tersebut dipulangkan melalui skema tanazul atau perpindahan ke kelompok terbang yang lebih awal berdasarkan rekomendasi tim medis.

Seperti diketahui, jemaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) dijadwalkan kembali ke Indonesia secara bertahap berdasarkan kelompok terbang (kloter), dimulai dari Kloter 32 pada Rabu (24/6/2026).

Sementara Kloter 38 dijadwalkan berangkat dari Arab Saudi pada 28 Juni dan tiba di Embarkasi Makassar pada 29 Juni 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, mengatakan kebijakan itu diambil demi menjaga keselamatan jemaah.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Kendari Wafat di Madinah Jelang Kepulangan, Sempat Dirawat di Rumah Sakit

“Sanusi ditanazulkan dari Kloter 38 ke Kloter 31. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia untuk mengutamakan kesehatan serta keselamatan jemaah,” kata Lalan saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Rabu (24/6/2026).

Ia menyampaikan, dua hari sebelum keberangkatan ke Arafah, Sanusi dilarikan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Sektor Makkah untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes laboratorium.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kadar hemoglobin (HB) Sanusi tercatat hanya 5,9 gram per desiliter, jauh di bawah batas normal. 

Tim medis juga menduga adanya batu ginjal di kedua sisi serta gangguan pada jantung.

Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, Sanusi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor di Makkah.

Baca juga: Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Kota Kendari 2026, Tiba Mulai 25 Juni, Keluarga Jemput di Asrama

“Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan tidak ditemukan batu ginjal. Namun, dokter memastikan yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung,” tuturnya.

Lalan menyebut selama berada di Tanah Suci, Sanusi mengaku tidak rutin mengonsumsi obat yang sebelumnya diresepkan dokter karena merasa kondisi kesehatannya tidak bermasalah.

Selain itu, berdasarkan laporan dokter kloter, selain mengalami anemia, kondisi fisik Sanusi juga melemah. 

Seperti penurusan kebugaran, terutama pada bagian lutut, membuat aktivitasnya menjadi terbatas sehingga memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Meski demikian, kondisinya kini dilaporkan berangsur membaik. 

Baca juga: Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Sulawesi Tenggara dari Tanah Suci Mekkah, Mulai 24 Juni 2026

“Setelah menyelesaikan proses penerimaan di Embarkasi Makassar, Sanusi akan dijemput keluarganya untuk kembali ke kampung halaman,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.