PT KAI Ajak Masyarakat di Stasiun Besar Blitar Tolak Tindakan Pelecehan Seksual di Kereta Api
Rendy Nicko June 24, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - PT KAI Daop 7 Madiun menggandeng komunitas pecinta kereta api (KA) menggelar sosialisasi stop tindakan kekerasan atau pelecehan seksual di KA di Stasiun Besar Blitar, Rabu (24/6/2026).

KAI mengajak masyarakat terutama para pelanggan agar berani bersuara atau melapor kepada petugas kalau mengalami tindakan pelecehan seksual di KA.

Dalam sosialisasi itu, petugas KAI bersama komunitas pecinta kereta api membentangkan spanduk bertuliskan stop lakukan kekerasan seksual di KA di ruang tunggu penumpang Stasiun Blitar. 

Dengan menggunakan pengeras suara, mereka juga mengajak para penumpang untuk berani melapor kalau mengalami tindakan pelecehan seksual di kereta api.

Baca juga: PT KAI Beri Diskon Tiket KA 20 Persen untuk Penumpang Lansia di Atas 60 Tahun

Mereka juga mengajak para penumpang untuk menandatangani petisi sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual di kereta api.

"Hari ini, kami bersama komunitas pecinta kereta api dari Madiun, Kertosono, dan Blitar melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan terhadap tindak kekerasan seksual di kereta api," kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari.

Tohari mengajak masyarakat terutama pelanggan kereta api untuk berani melaporkan apabila terjadi indikasi maupun tindakan pelecehan seksual yang menimpa mereka.

"Kami mengajak masyarakat berani speak up atau minta tolong kepada petugas yang ada di stasiun maupun di dalam kereta api atau ke penumpang terdekat kalau mengalami tindakan kekerasan seksual," ujarnya. 

Tohari mengatakan, sosialisasi ini sebagai upaya mencegah terjadi tindakan kekerasan seksual di kereta api serta untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama para penumpang. 

Sejauh ini, kata Tohari, belum pernah ada laporan kasus kekerasan atau pelecehan seksual yang dialami penumpang di wilayah Daop 7 Madiun. 

"Tapi, kami tetap selalu intens melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan penumpang. Kami akan melakukan blacklist kepada siapa saja yang terbukti melakukan pelecehan seksual di kereta api," katanya. 

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.