TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Program Bank Indonesia (BI) Mengajar kembali digelar. Kali ini di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Kegiatan edukasi yang merupakan agenda rutin Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara yang bekerja sama dengan TribunKaltara.com tersebut kali ini kembali menyasar mahasiswa dan mahasiswi di Tanjung Selor.
Untuk periode tahun ini, BI Mengajar dilaksanakan di dua kampus, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan Tarakan (Bultar) dan Universitas Kaltara (Unikaltar).
Pada pelaksanaan hari pertama di STIE Bultar, Rabu (24/6/2026) antusiasme mahasiswa terlihat cukup tinggi.
Baca juga: BI Mengajar, Beri Pemahaman Pentingnya Literasi Keuangan dan Ekonomi Bagi Mahasiswa Unikaltar
Dimana kegiatan BI Mengajar hari ini diikuti sekitar 100 mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat.
Sebelum memasuki sesi materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test yang bertujuan mengukur tingkat pemahaman awal mahasiswa terkait berbagai isu keuangan, khususnya keuangan digital yang selama ini terus disosialisasikan oleh Bank Indonesia.
Setelah itu, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi edukasi mulai dari tugas dan fungsi Bank Indonesia, perkembangan sistem pembayaran digital, penggunaan dompet digital, hingga pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Tidak hanya itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan digital yang saat ini semakin marak terjadi di masyarakat.
Usai pemaparan materi, mahasiswa dan mahasiswi kembali mengikuti post-test untuk mengukur tingkat penyerapan materi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Walid Ashari, mengaku sangat antusias mengikuti program BI Mengajar.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan agar semakin banyak mahasiswa yang memahami pengelolaan keuangan dan perkembangan transaksi digital.
"Materinya banyak, mulai dari dompet digital, pembayaran digital melalui QRIS, hingga tugas dan fungsi Bank Indonesia. Sangat menambah wawasan kami," ujarnya.
Namun demikian, dari seluruh materi yang disampaikan, Walid mengaku paling terkesan dengan pembahasan mengenai skimming dan berbagai modus penipuan digital.
"Menurut saya yang paling berkesan yaitu materi tentang skimming atau penipuan. Karena sekarang modus-modusnya sudah sangat marak dan masif. Jadi kami lebih tercerahkan setelah mendapatkan sosialisasi hari ini," katanya usai mengkuti BI Mengajar, Rabu (24/6/2026)
Ia berharap program BI Mengajar dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa di Kaltara sehingga literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat.
"Kami berharap agar kegiatan ini terus diadakan untuk menambah wawasan," tandasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu