Peringkat Tim-Tim Raksasa Piala Dunia 2026 yang Paling Terancam Gagal Lolos dari Fase Grup
Budi Santoso June 24, 2026 07:34 PM

Tahap grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir, dan sejumlah negara besar kini menatap dengan cemas pada berbagai kemungkinan yang dapat menentukan nasib mereka.

Mantan juara dan tim-tim kuda hitam abadi tengah menghitung skenario yang diperlukan untuk bisa melaju ke babak gugur.

Kami telah menyusun peringkat lima tim besar yang secara mengejutkan berada dalam bahaya tersingkir lebih awal, meskipun memiliki kualitas pemain tinggi dan format turnamen yang relatif menguntungkan.

Senegal sebenarnya tidak bermain buruk, namun fakta bahwa mereka masih tanpa poin menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Grup I.

Mereka kalah 3-1 dari favorit turnamen Prancis pada laga pembuka, sebelum kembali tumbang dari Norwegia yang dipimpin oleh Erling Haaland pada pertandingan kedua.

Dengan hasil tersebut, peluang Senegal untuk lolos sebagai dua tim teratas kini sudah mustahil secara matematis. Namun, masih ada kemungkinan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Senegal memiliki selisih gol minus tiga, tetapi akan menghadapi Irak yang berada di dasar klasemen pada laga terakhir fase grup.

Tim asal Timur Tengah itu baru mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali sejauh ini, sehingga Senegal wajar jika merasa optimistis dapat memperbaiki selisih gol mereka.

Mencapai selisih gol positif akan menjadi langkah besar, dan bahkan kemenangan dengan margin dua gol saja sudah cukup untuk membuka peluang mereka lolos.

Belgia tampak seperti generasi emas yang mulai kehilangan kilaunya.

Mereka hanya mencetak satu gol dalam 180 menit permainan dan tampil lamban saat menghadapi Iran, membuat mereka hanya mengoleksi dua poin menjelang laga terakhir.

Belgia akan berhadapan dengan Selandia Baru, namun tim asal Oseania tersebut telah mencetak tiga kali lebih banyak gol dibandingkan Belgia.

Bagi Kevin De Bruyne dan rekan-rekannya, ini adalah momen penentuan. Hasil imbang kemungkinan besar cukup untuk membawa mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, tetapi kekalahan berarti kepulangan lebih cepat.

Skotlandia saat ini berada di posisi kedua dalam peringkat tim peringkat ketiga terbaik. Masalahnya, laga terakhir mereka adalah melawan Brasil.

Seandainya Steve Clarke bisa memilih urutan pertandingan Grup C, tentu menghadapi juara dunia lima kali ketika membutuhkan hasil bukanlah skenario ideal.

Tentu saja, ini bukan Brasil yang mendominasi pada awal abad ke-21. Namun, tantangan bagi Skotlandia tetap besar, baik secara fisik maupun mental.

Secara teori, tugas Skotlandia sederhana – hindari kekalahan dan mereka lolos. Namun, jika kalah, yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar kekalahan itu.

Prediksi saat ini menunjukkan bahwa dengan selisih gol minus dua dan tiga poin, peluang lolos mencapai 69,4%. Angka itu turun menjadi 47,3% lalu 29,2% seiring bertambahnya jumlah gol yang bersarang.

Skotlandia saat ini memiliki selisih nol, jadi secara realistis mereka masih bisa menanggung kekalahan 2-0. Sayangnya, mereka termasuk dalam grup yang bermain lebih awal, sehingga tidak akan tahu pasti berapa hasil yang sebenarnya mereka butuhkan saat laga dimulai.

Jika kalah telak, Skotlandia akan menyesal karena tidak bisa menang lebih besar atas Haiti.

Ini memang bukan skuad Uruguay yang berjaya di masa lalu, tetapi sebagai juara dunia pertama, mereka tetap berharap bisa mencapai babak gugur.

Saat ini, Uruguay berada di posisi kedua Grup H, namun laga terakhir mereka adalah melawan Spanyol yang mulai menunjukkan performa terbaik.

Uruguay telah meraih dua hasil imbang sejauh ini dan harus benar-benar menghindari kekalahan jika ingin lolos.

Sayangnya bagi mereka, Spanyol bukanlah tim besar yang sudah memastikan tiket ke babak berikutnya, sehingga akan tetap bermain untuk menang pada laga terakhir.

Jika Uruguay berhasil lolos, mereka kemungkinan akan menghadapi Argentina di babak 32 besar.

Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading sebelumnya mungkin memandang Curacao sebagai lawan yang paling mudah dikalahkan di grup mereka, tetapi penampilan heroik kiper Eloy Room membuat Ekuador hanya mampu meraih satu poin.

Hasil itu bisa menjadi pukulan fatal bagi peluang Ekuador untuk melangkah ke babak berikutnya. Mereka kini memiliki satu poin dengan selisih gol minus satu, dan harus menghadapi Jerman di laga terakhir dengan kewajiban meraih kemenangan.

Jika gagal menang, mereka harus mengemas koper. Satu-satunya harapan adalah jika Jerman yang sudah memastikan lolos memilih untuk mengistirahatkan pemain bintang mereka, namun meski begitu, tantangannya tetap berat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.