BANJARMASINPOST.CO.ID- Tim Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Penguatan Kapasitas Kader Kesehatan Melalui Program Holistic Care untuk meningkatkan Kualitas Hidup Pasien dengan Penyakit Kronis di Desa Keramat Martapura", Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendampingi pasien penyakit kronis melalui pendekatan Holistic Care, yaitu perawatan yang memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan budaya secara menyeluruh.
Program Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan oleh Dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan dan Jurusan Kedokteran FKIK ULM, yang diketuai oleh Ifa Hafifah, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D. dengan anggota tim Ricky Prawira, S.Kep., Ns., M.Kep.; Candra Kusuma Negara, S.Kep., Ns., M.Kep.; Dr. Isnaini, S.Si., Apt., M.Si.; dr. Asnawati, M.Si; dr. Dona Marisa, M.Biomed.; serta mahasiswa Ditta Try Larasati dan Isnaini Raihanun Widiani.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan pada 20 orang yang terdiri dari kader Kesehatan dan aparat desa.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya memerlukan pengelolaan jangka panjang.
Oleh karena itu, keberadaan kader kesehatan yang memiliki kapasitas dan kompetensi memadai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kader kesehatan diharapkan mampu menjadi pendamping yang aktif bagi pasien penyakit kronis, tidak hanya dalam aspek pemantauan kesehatan tetapi juga memberikan motivasi dan dukungan kepada pasien serta keluarganya. Selain itu, kader kesehatan juga dapat membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan spiritual, sosial, dan budaya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program, tim menyusun dan membagikan Buku Panduan Holistic Care yang berisi materi edukasi mengenai pengelolaan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, dan penyakit jantung.
Buku panduan tersebut juga memuat informasi mengenai penggunaan obat yang benar, tanda bahaya yang memerlukan rujukan segera, komunikasi terapeutik, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, pencatatan kesehatan, serta edukasi gaya hidup sehat.
Selain aspek fisik, program ini menekankan pentingnya pendekatan sosial, spiritual dan budaya dalam perawatan pasien penyakit kronis.
Melalui pendekatan tersebut, pasien didorong untuk tetap memiliki harapan, makna hidup, serta memperoleh dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Pendekatan budaya juga dilakukan dengan menghormati nilai, kebiasaan, dan kepercayaan masyarakat setempat sehingga edukasi kesehatan dapat diterima dengan lebih baik.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader kesehatan dan keluarga dalam mendampingi pasien penyakit kronis, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta membantu mencegah komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para kader kesehatan menyambut baik program ini karena memberikan wawasan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara langsung dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.
Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, kader kesehatan, aparat desa, dan masyarakat, program Holistic Care diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan mandiri dalam mengelola penyakit kronis.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, Desa Keramat diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pendekatan Holistic Care berbasis masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan budaya dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis. (AOL)