Akademi Sepak Bola Bertaraf Internasional AFSI-DSU Resmi Dibuka di Medan, Usung Kurikulum Spanyol
Ayu Prasandi June 24, 2026 08:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Akademi Football Spanyol Internasional Deztron Sumatera Utara (AFSI-DSU) resmi diperkenalkan di Kota Medan.

Akademi sepak bola bertaraf internasional tersebut diresmikan di Stadion Universitas Negeri Medan (Unimed), Rabu (24/6/2026) sore.

Peresmian AFSI-DSU dihadiri sejumlah tokoh olahraga, di antaranya Ketua Umum KONI Sumatera Utara Hatunggal Siregar, perwakilan PSSI Sumut Yosephine Sembiring, serta sejumlah mantan pemain PSMS Medan, termasuk Iwan Karo-karo dan Abdul Rahman Gurning.

Sebagai bagian dari peluncuran, panitia juga menggelar pertandingan ekshibisi yang mempertemukan SSB Gumarang FC melawan Mayang Putra sebagai simbol dimulainya aktivitas pembinaan usia muda di akademi tersebut.

Rektor Universitas Deztron Indonesia (UDI) sekaligus Pembina AFSI-DSU, Marniati, mengatakan akademi yang dihadirkan di Medan merupakan cabang kedua di Indonesia setelah sebelumnya dibuka di Aceh.

Menurutnya, AFSI-DSU menjalin kerja sama dengan Speed International Sport (SIS) asal Spanyol karena lembaga tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan talenta sepak bola usia dini di tingkat internasional.

"AFSI-DSU ini merupakan cabang kedua di Indonesia. Yang membuat kami tertarik bekerja sama dengan SIS karena mereka merupakan pengembang dan pencari bakat di tingkat internasional yang berbasis di Spanyol," ujar Marniati kepada awak media. 

Ia menjelaskan, SIS saat ini telah memiliki jaringan akademi di 141 negara.

Dari jaringan tersebut lahir sejumlah pesepak bola yang mampu menembus level profesional di berbagai kompetisi dunia.

Melalui kerja sama ini, AFSI-DSU tidak hanya berfokus pada pembinaan teknik bermain, tetapi juga membuka peluang bagi pemain muda Sumatera Utara untuk merasakan atmosfer sepak bola Eropa.

"Setiap tahun nantinya akan ada seleksi bakat dari seluruh pemain yang berlatih di AFSI-DSU. Tiga pemain terbaik akan dipilih untuk diberangkatkan ke Spanyol agar mengikuti program latihan sekaligus bertanding melawan klub-klub yang ada di sana," jelasnya.

Marniati menambahkan, keunggulan SIS terletak pada sistem pembinaan yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga mengedepankan kualitas pembentukan karakter dan kemampuan pemain sejak usia dini.

Karena itu, pihaknya berharap kerja sama tersebut dapat membuka jalan bagi talenta-talenta muda asal Medan dan Sumatera Utara untuk menembus kompetisi internasional.

"Kami ingin bersama-sama memperjuangkan agar anak-anak di Kota Medan memiliki kesempatan tampil di level internasional. Ke depan kami juga akan rutin menggelar berbagai event dan kompetisi mulai dari tingkat lokal, nasional hingga internasional," katanya.

Ia juga mengungkapkan seluruh program latihan di AFSI-DSU akan berada di bawah pengawasan langsung SIS.

Para pelatih akan mendapatkan pendampingan dan evaluasi secara berkala dari tim yang berada di Spanyol agar kualitas pembinaan tetap sesuai standar internasional.

Untuk bergabung di akademi tersebut, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp900 ribu yang sudah termasuk perlengkapan latihan dan seragam. Sementara biaya pembinaan ditetapkan sebesar Rp1 juta per bulan.

Para siswa nantinya akan mendapatkan pembinaan langsung dari jajaran pelatih berpengalaman, yakni Marzuki, Abdulrahman Gurning, Abdul Rahman Marabesi, Zulfitri, dan Sakiruddin.

Seluruh pelatih akan menerapkan kurikulum serta metode latihan yang mengacu pada standar Speed International Sport (SIS) Spanyol, dengan pengawasan dan evaluasi berkala guna memastikan kualitas pembinaan sesuai standar internasional.

"Mereka juga akan terus memantau, dan setiap pelatih dibawah pengawasan SIS. Kemajuan pun akan dipantau oleh SIS dari Spanyol," ungkapnya. 

Marniati menyebut antusiasme terhadap akademi tersebut cukup tinggi. Bahkan, pihaknya telah menerima permintaan dari sejumlah daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi untuk membuka cabang baru.

Sementara itu, CEO AFSI, Josele Gonzales, mengatakan kurikulum yang diterapkan mengadopsi filosofi sepak bola Spanyol yang menitikberatkan pada penguasaan bola, kecerdasan taktik, serta pemahaman ruang sejak usia dini.

Menurutnya, metode tersebut telah terbukti mampu melahirkan banyak pemain berkualitas yang bersaing di level dunia.

"Filosofi sepak bola Spanyol tidak hanya melatih kemampuan fisik pemain, tetapi juga membangun kecerdasan bermain, pengambilan keputusan, dan insting di lapangan. Kurikulum inilah yang akan kami terapkan kepada anak-anak di Medan agar mereka memiliki kemampuan untuk bersaing di kancah internasional," ujar Josele didampingi Direktur Pelaksana AFSi Vitor De Arse.

Melalui kehadiran AFSI-DSU, diharapkan semakin banyak talenta muda Sumatera Utara yang mendapatkan akses pembinaan berstandar internasional sekaligus peluang untuk mengembangkan karier sepak bola hingga ke Eropa. 

(Cr29/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.