Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan generasi muda Indonesia, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri merupakan aset strategis bangsa sekaligus garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.
Saat memberikan arahan strategis secara virtual dalam kegiatan Sekolah Kader PPIDK Timtengka, Jumat (19/6), Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan generasi muda merupakan aset bangsa yang harus mempunyai integritas, wawasan kebangsaan, dan cinta Tanah Air.
"Kami harapkan menjadi agen perubahan dalam mencegah penyebaran ideologi kekerasan," ujar Eddy, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Kepala BNPT mengingatkan dinamika geopolitik global saat ini berkembang sangat cepat dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, politik, hingga keamanan dunia.
Menurut dia, salah satu fenomena yang menjadi perhatian serius BNPT bersama negara-negara mitra merupakan pergeseran episentrum terorisme global.
Dia mengatakan bahwa terorisme, yang dulunya berpusat di Timur Tengah, kini polanya bergeser ke wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara.
"Meskipun secara struktur organisasi mereka melemah, namun secara ideologi dan pengaruh, terorisme tetap menjadi ancaman nyata," tuturnya.
Eddy menjelaskan jaringan terorisme saat ini memiliki karakter yang resisten dan adaptif lantaran memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menyebarkan propaganda, merekrut anggota, serta membangun pengaruh lintas negara.
Arahan strategis tersebut pun mendapat apresiasi dari para peserta. Salah satu perwakilan mahasiswa Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) Fhalih Habib menilai materi yang disampaikan Kepala BNPT memberikan perspektif baru mengenai pentingnya wawasan kebangsaan di tengah kompleksitas situasi geopolitik kawasan.
"Kawasan kita, Timur Tengah dan Afrika, sarat dengan dinamika konflik geopolitik sehingga tantangan terhadap stabilitas politik dan nasional telah menjadi ujian nyata bagi kita," tutur Fhalih.
Dia menyampaikan pesan Kepala BNPT terkait generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus melek pada wawasan kebangsaan, menjauhi terorisme, dan siap menjadi agen perubahan, harus terus diingat.
Kegiatan Sekolah Kader PPIDK Timtengka merupakan bagian dari upaya BNPT memperkuat ketahanan ideologi dan meningkatkan kewaspadaan generasi muda Indonesia, termasuk diaspora dan mahasiswa di luar negeri, terhadap ancaman radikalisme dan terorisme yang terus berkembang.
PPIDK Timtengka merupakan organisasi non-profit dan non-governmental yang mewadahi pelajar Indonesia di 19 negara kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Terafiliasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, organisasi tersebut aktif menyelenggarakan berbagai program pengembangan kapasitas, mulai dari simposium kawasan, konferensi pelajar, hingga lokakarya tematik yang melibatkan pelajar Indonesia dari berbagai negara.





