Perjuangan Syadar dari Penjual Pulsa Hingga Jadi AgenBRILink Panaikang
Muh. Abdiwan June 24, 2026 08:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Deretan etalase kaca kecil yang dulunya hanya memajang tumpukan kartu perdana dan voucher pulsa di sudut Panaikang kini telah menjelma menjadi pusat perputaran rupiah yang dinamis bagi masyarakat sekitar.

Perubahan besar ini dipelopori oleh Syadar, seorang pria tangguh yang berhasil mengubah nasibnya dari sekadar penjual pulsa eceran menjadi seorang juragan AgenBRILink yang disegani di kawasannya.

Sebelum memetik buah kesuksesan seperti saat ini, Syadar harus melewati fase perjuangan yang tidak mudah dan penuh dengan ketidakpastian ekonomi.

"Dulu waktu masih murni menjual pulsa, keuntungan harian sangat tidak menentu dan persaingan antar-kios sangat ketat sehingga saya memutar otak untuk mencari peluang usaha lain," kenang Syadar saat mengingat masa-masa sulitnya saat ditemui, Rabu (24/6).

Langkah berani diambilnya ketika melihat banyak tetangga di sekitarnya yang kesulitan mengakses mesin ATM atau kantor bank yang jauh untuk sekadar mengirim uang ke kampung halaman.

Peluang tersebut mendorong Syadar untuk mendaftarkan diri menjadi mitra perbankan lewat layanan AgenBRILink milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Awal mula merintis layanan keuangan digital ini rupanya tidak langsung berjalan mulus karena ia harus berhadapan dengan rasa skeptis dari masyarakat setempat.

"Awalnya banyak warga yang ragu dan takut untuk bertransaksi di kios kecil saya karena mereka pikir uang mereka tidak aman atau bisa hilang begitu saja," ujar Syadar sembari tersenyum mengenang masa perintisan tersebut.

Berkat ketekunan, keramahan, dan edukasi bimbingan yang terus-menerus ia berikan kepada setiap pelanggan, rasa tidak percaya itu perlahan-lahan runtuh berganti menjadi ketergantungan yang positif.

Kini, warung sederhana miliknya tidak pernah sepi dari antrean warga Panaikang yang ingin melakukan tarik tunai, setor simpanan, hingga membayar berbagai tagihan bulanan dengan cepat tanpa perlu mengantre lama di bank resmi.

"Alhamdulillah, sekarang dalam sehari omzet transaksi bisa mencapai jutaan rupiah dan yang paling membuat saya bahagia adalah bisa membantu memudahkan urusan finansial para tetangga di sini," ungkap Syadar penuh rasa syukur.

Salah seorang warga sekitar yang berprofesi sebagai pedagang pasar, Daeng Nuria, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran lapak milik Syadar karena kini ia tidak perlu lagi menutup tokonya demi mengantre di bank untuk mengirim uang modal usaha.

"Dulu saya harus sewa becak motor ke kantor bank di kota hanya untuk transfer uang ke distributor barang, tetapi sekarang cukup jalan kaki beberapa menit ke kios Pak Syadar semua urusan langsung beres," kata Daeng Nuria.

Manfaat serupa juga dirasakan oleh seorang pekerja swasta setempat bernama Ruslan yang sering memanfaatkan jasa transaksi keuangan nontunai ini pada malam hari saat mendesak.

"Keberadaan AgenBRILink di sini sangat menyelamatkan saya ketika butuh melakukan tarik tunai darurat pada malam hari untuk keperluan berobat keluarga ketika mesin ATM jauh di luar jangkauan," ungkap Ruslan.

Transformasi bisnis yang dijalani oleh Syadar membuktikan bahwa keterbatasan modal awal bukanlah penghalang besar asalkan jeli melihat peluang serta konsisten dalam menjaga kepercayaan pelanggan harian.

Melalui jaringan AgenBRILink milikinya, Syadar kini bukan lagi sekadar seorang penjaja pulsa di pinggiran jalan, melainkan pahlawan inklusi keuangan lokal yang menggerakkan roda ekonomi Panaikang menjadi lebih hidup dan bergairah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.