Pendaftaran SD dan SMP di Manado Diperpanjang, Dosen Sosiologi Unima Soroti Kualitas Guru-Sekolah
Isvara Savitri June 24, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Perpanjangan masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP di Kota Manado, Sulawesi Utara, dinilai menjadi momen bagi pemerintah untuk mengevaluasi tata kelola pendidikan. 

Pasalnya, hingga penutupan pendaftaran tahap awal masih terdapat sejumlah sekolah dasar negeri yang minim bahkan tidak memiliki pendaftar.

Dosen Sosiologi Universitas Negeri Manado (Unima), Prof. Ferdinand Kerebungu, mengatakan persoalan tersebut bukanlah fenomena baru. 

Kondisi sekolah yang kekurangan siswa telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir sehingga membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif.

Ia menilai Dinas Pendidikan Kota Manado perlu memanfaatkan masa perpanjangan pendaftaran untuk memetakan kembali kondisi setiap sekolah. 

Sekolah yang lokasinya berdekatan membuat masyarakat cenderung memilih sekolah yang dianggap memiliki kualitas lebih baik.

Selain faktor lokasi, Ferdinand menyoroti masih adanya pungutan di sejumlah sekolah negeri. 

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sebagian orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta.

"Kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Masyarakat akan memilih sekolah yang dianggap lebih baik dan memberikan kepastian pelayanan pendidikan," katanya, Rabu (24/6/2026).

Untuk jangka panjang, ia mendorong pemerintah membenahi sistem rekrutmen petinggi sekolah dengan mengedepankan kompetensi, bukan kedekatan atau pertimbangan nonprofesional.

PENDAFTARAN - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Manado Bart Assa tampil dalam Tribun Podcast, Rabu (24/6/2026). Bart Assa mengatakan ada 3 SD di Kota Manado yang belum ada pendaftaran.
PENDAFTARAN - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Manado Bart Assa tampil dalam Tribun Podcast, Rabu (24/6/2026). Bart Assa mengatakan ada 3 SD di Kota Manado yang belum ada pendaftaran. (Tribun Manado/-)

Menurutnya, kualitas kepemimpinan sekolah sangat berpengaruh terhadap mutu layanan pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.

Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan penggabungan (merger) beberapa sekolah negeri yang berada dalam satu wilayah dan mengalami kekurangan siswa. 

Kebijakan tersebut dinilai dapat membuat distribusi siswa maupun guru menjadi lebih merata.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program keluarga berencana turut memengaruhi jumlah peserta didik baru setiap tahun. 

Karena itu, kebijakan zonasi harus terus dievaluasi agar distribusi siswa antarsekolah berjalan lebih seimbang.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperkuat daya saing sekolah negeri melalui peningkatan kualitas pembelajaran. 

Menurut Ferdinand, pengawas sekolah dan Kelompok Kerja Guru (KKG) harus difungsikan sebagai wadah peningkatan kompetensi guru dengan melibatkan para ahli dari perguruan tinggi.

"Guru harus terus diperbarui kompetensinya, baik dari sisi materi maupun metode pembelajaran. Pendidikan dasar merupakan pondasi sehingga kualitas guru SD tidak boleh diabaikan," ujarnya.

Peningkatan kualitas guru akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri sehingga mampu bersaing dengan sekolah swasta yang selama ini dinilai lebih aktif mengembangkan kompetensi tenaga pendidiknya.

Baca juga: Wali Kota Tomohon Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pendapatan Daerah Rp 660 Miliar

Baca juga: Sejumlah SD di Manado Masih Nol Pendaftar, Pemkot Perpanjang SPMB

Ferdinand berharap evaluasi SPMB tahun ini tidak hanya fokus pada proses penerimaan siswa, tetapi juga menjadi dasar pembenahan tata kelola pendidikan di Kota Manado agar persoalan ketimpangan jumlah siswa antar sekolah tidak terus berulang setiap tahun.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.