TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Seorang dosen Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Padang mengalami nasib nahas setelah terjatuh dari lantai tiga gedung kampus di Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Peristiwa ini langsung menggegerkan lingkungan kampus pada Selasa (23/6/2026) sekira pukul 07.30 WIB.
Akibat insiden tersebut, korban kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.
Kapolsek Nanggalo, IPTU Muhammad Fariz membenarkan terkait dosen Poltekes Kemenkes tersebut.
"Benar, dosen Poltekes Kemenkes jatuh dari lantai tiga pada Selasa (23/6/2026) sekira pukul 07.30 WIB," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Siasat IRT Sijunjung Sembunyikan Sabu di Piston Karburator, Digerebek Polisi Tengah Malam
IPTU Fariz menyebut informasi jatuhnya korban, pertama kali diketahui oleh warga sebelum masuk waktu salat Zuhur.
Usai mendapatkan informasi, pihaknya langsung datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
"Informasi awal diketahui warga, kita langsung melakukan pengecekan ke TKP kemarin," jelasnya.
Kata dia, korban diketahui bernama Yudistira Afconeri (47), beralamat di Komplek Pesona Inanta, Blok C, No 6, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Hingga kini, dosen Poltekes Kemenkes tersebut masih menjalani perawatan RSUP di M Djamil Padang.
Baca juga: Dinsos Padang Jaring 30 Anak Masuk Sekolah Rakyat SMP Melalui Peninjauan Langsung
"Dia dosen tetap di Poltekes Kemenkes, saat ini masih dirawat di M Djamil," tuturnya.
Saat pihaknya mendatangi RSUP M Djamil Padang, kondisi korban cukup memprihatinkan.
Dosen Poltekes Kemenkes tersebut patah di bagian pinggang hingga kaki.
"Dia menderita patah dari pinggang ke kaki," ucapnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjatuh korban dari lantai tiga kampus tersebut.
Saat ditanyai mengenai apakah ada indikasi bunuh diri, kepolisian belum dapat memastikannya secara lebih lanjut.
Baca juga: Penggunaan SPKLU PLN di Sumbar Naik Signifikan pada Semester I 2026
Hingga kini, IPTU Fariz menyebut pihaknya sudah melakukan pemasangan police line, di lokasi terjatuhnya korban.
"Belum diketahui penyebabnya, kita masih melakukan penyelidikan," tambahnya.
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 16.11 WIB di lokasi jatuhnya dosen Poltekes Kemenkes Padang tersebut, tampak police line sudah terpasang.
Selain itu, dua plang juga berada di sana, yakni plang tanda tidak boleh masuk dan plang parkir khusus disabilitas.
Pada salah satu plang, tepatnya dilarang masuk, terikar ujung garis poline line, lalu membentang ke arah bangunan, dan diikat ke pot bunga.
Sementara itu, TribunPadang.com juga mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak kampus.
Mulai dari mendatangi ruangan administrasi, tepatnya Kasubag Administrasi, namun diarahkan ke ruangan umum.
Baca juga: Penggunaan SPKLU PLN di Sumbar Naik Signifikan pada Semester I 2026
Setelah memasuki ruangan bagian umum, para pegawai di sana tidak mau memberikan keterangan karena beralasan hanya staf biasa.
Selanjutnya, TribunPadang.com mencoba mencari masyarakat di sekitar lokasi jatuhnya korban, namun rata-rata tidak mengetahui.
Namun salah satu warga bernama Suprapti (54) mengaku hanya tahu dari mulut ke mulut mengenai insiden terjatuhnya dosen Poltekes Kemenkes Padang tersebut.
Ketika kejadian, warungnya berlokasi di seberang jalan dan tepat di samping lokasi jatuhnya dosen memang sudah buka pukul 07.00 WIB.
Ia baru mengetahui ada insiden tersebut dari pedagang lainnya, yang pedagang tersebut juga dapat informasi dari mahasiswa.
Baca juga: PLN Pastikan Listrik Andal Selama Perayaan 100 Tahun Jam Gadang
Kata dia, tak banyak masyarakat tahu lantaran kejadian naas itu terjadi pagi hari. Sementara rata-rata pedagang banyak yang buka siang hari.
Namun usai mendapat informasi itu, Suprapti sempat duduk di luar warungnya yang mengarah ke lokasi, kira-kira hanya berjarak 100 meter, namun dipisahkan jalan dan pagar kampus.
"Saya tidak tahu pasti kejadiannya, kata orang kejadiannya cukup cepat, setelah terjatuh, langsung dibawa pakai mobil, persisnya saya tidak tahu," kata dia memberikan keterangan.
Beberapa kali TribunPadang.com juga sudab mencoba menghubungi Direktur Poltekes Kemenkes Padang lewat pesan, telepon whatsapp dan panggilan biasa sejak pukul 14.49 WIB.