Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof Dr Fauzan, M Pd menyampaikan kondisi di mana institusi pendidikan di Indonesia masih melahirkan pengangguran intelektual. Hal ini ia sampaikan dalam Employer Forum 2026 yang diselenggarakan Universitas Indonesia (UI).
Fauzan membeberkan data pada tahun 2025 bahwa ada sekitar 1,1 juta sarjana di Indonesia yang menganggur. Ia melihat fenomena ini disebabkan oleh masuknya mereka ke 'dunia ambigu'.
Dunia ambigu yang dimaksud adalah saat lulusan perguruan tinggi memegang ijazah secara formal, tetapi tidak mempunyai kompetensi yang cukup. Apalagi dalam menjawab tantangan nyata di lapangan.
"Artinya dia punya ijazah, tapi dia masuk dalam dunia yang ambigu. Mengapa ambigu? Karena kompetensinya tidak cukup untuk membedah problematika yang ada di sekitarnya," ujar Prof Fauzan, di Hotel Sutasoma, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Kampus Gagal Buat Relevansi Pendidikan
Fauzan kemudian menyoroti soal penyebab tingginya angka pengangguran sarjana dikarenakan masih ada kampus yang belum bisa menerjemahkan relevansi pendidikan dengan dinamika zaman. Ada di antara mereka yang masih menggunakan pola pengajaran usang yang tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri.
"Pendidikan tinggi di Indonesia ini masih menggunakan langgam lama. Dinamika lingkungan dan masyarakat tidak dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan pendidikan tingginya," tuturnya.
Kini Era SDM Cari Industri
Fauzan juga melihat adanya keterbalikan dengan fenomena zaman dulu. Dulu industri yang mencari talenta terbaik tapi kini jutaan SDM yang berebut mencari industri.
Ia melihat langsung di lapangan bahwa mayoritas lulusan perguruan tinggi di mata industri kerap dianggap sebagai tenaga yang "siap dilatih", bukan yang "siap bekerja".
"Satu sisi, kita (kampus) mengatakan lulusan kita siap bekerja, tapi kenyataannya bagi industri mereka hanya siap dilatih. Akhirnya industri harus mengeluarkan energi lebih untuk melatih ulang lulusan tersebut," jelasnya.
Perlunya Center of Excellence
Fauzan mendorong perguruan tinggi untuk membentuk (CoE). CoE adalah semacam kelas profesional yang spesifik. Contohnya "Kelas Profesional Udang" atau "Kelas Profesional Koi". Kelas tersebut bisa dirancang langsung bersama industri supaya lulusan langsung terserap.
Di akhir, Fauzan berharap UI dan kampus besar lain dapat mencetak lulusan untuk mencari kerja secara domestik. Lebih jauh, ia juga berharap kampus bisa mencetak aset geopolitik.
"Saya membayangkan kalau pekerja Indonesia berada di beberapa negara dan mengambil sektor strategis di bidang teknologi, kebijakan, dan kesehatan. Itu akan menjadi aset strategis untuk mendukung geopolitik dalam negeri. Indonesia akan dikenal dunia karena orang-orangnya hebat," pungkasnya.





