NEW DELHI: Cristiano Ronaldo menunjukkan performa gemilang seolah mengembalikan masa kejayaannya ketika Portugal menghancurkan Uzbekistan dengan skor 5-0 dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026. Kapten berusia 41 tahun itu mencetak dua gol yang membantu timnya meraih kemenangan pertama di turnamen tersebut setelah sebelumnya hanya bermain imbang melawan Republik Demokratik Kongo.
Dengan dua gol tersebut, Ronaldo menorehkan sejarah sebagai pemain pertama yang pernah mencetak gol di enam edisi Piala Dunia FIFA berbeda, mulai dari tahun 2006 hingga 2026. Ia juga menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 10 gol, melampaui rekor sembilan gol milik legenda Eusébio.
Prestasi luar biasa ini juga menempatkan Ronaldo sejajar dengan Lionel Messi dan Michael Laudrup sebagai pemain yang menjadi pencetak gol termuda sekaligus tertua bagi negaranya di ajang Piala Dunia.
Selain itu, Ronaldo dan Messi kini sama-sama mencatatkan rentang waktu identik antara gol pertama dan terakhir mereka di Piala Dunia, yakni 20 tahun dan 6 hari — sebuah rekor yang menegaskan ketahanan dan konsistensi karier mereka di level tertinggi.
Portugal memasuki laga ini dengan tekanan besar setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo di pertandingan pembuka. Namun saat menghadapi Uzbekistan, mereka tampil jauh lebih tajam dan percaya diri.
Selain dua gol dari Ronaldo, Nuno Mendes dan Rafael Leão juga turut mencatatkan nama di papan skor, sementara satu gol tambahan berasal dari bunuh diri kiper Uzbekistan, Abduvohid Nematov, yang melengkapi pesta gol Portugal.
Kemenangan telak ini tidak hanya menghidupkan kembali peluang Portugal dalam perburuan posisi di babak grup, tetapi juga memperbaiki selisih gol mereka menjelang laga terakhir fase grup. Bagi Ronaldo, hasil ini menjadi respons penting setelah penampilannya kurang menonjol pada pertandingan sebelumnya.
Reaksi Ronaldo dan Martinez
Meski kembali menorehkan pencapaian bersejarah, Ronaldo menegaskan bahwa keberhasilan tim tetap menjadi prioritas utamanya.
“Tim tampil sangat baik dan menunjukkan peningkatan besar. Seperti pepatah mengatakan, setiap awan memiliki lapisan perak. Secara pribadi, rekor memang selalu menyenangkan, tetapi tujuan utama saya adalah membantu tim nasional mencapai targetnya,” ujar Ronaldo.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, turut memuji reaksi positif timnya setelah hasil mengecewakan di laga pembuka.
“Inilah reaksi yang kami harapkan di ruang ganti. Terkadang, pertandingan pertama memang diperlukan untuk tumbuh dalam turnamen. Hari ini kita melihat tim dengan sikap dan komitmen yang sama, namun dengan kematangan yang lebih besar karena ini bukan lagi laga pembuka,” kata Martinez.
Bagi Ronaldo, penampilan ini menjadi bukti bahwa meski telah berusia 41 tahun, ia masih mampu mencatatkan sejarah di dunia sepak bola.