Mencari Masalah Jakarta dari Kursi Penumpang, Rutinitas Gubernur Pramono Naik Transjakarta Tiap Rabu
Ferdinand Waskita Suryacahya June 24, 2026 09:11 PM

 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Mengenakan batik coklat lengan panjang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melangkah keluar dari Balai Kota, Rabu (24/6/2026).

Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIB ketika ia berjalan kaki menuju halte DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Di halte itu, ia tampak berbincang santai dengan beberapa jajarannya sambil menunggu kedatangan bus.

Sekitar dua menit kemudian, bus Transjakarta rute 1R jurusan Tanah Abang-Senen tiba.

Pramono kemudian masuk ke dalam bus, lalu menempelkan kartu uang elektroniknya, sama seperti penumpang lainnya.

Suasana di dalam bus sore itu relatif lengang. Waktu belum menunjukkan jam pulang kantor sehingga hanya ada beberapa penumpang yang duduk tersebar di sejumlah kursi.

Dari bagian depan bus, Pramono berjalan menuju kursi kosong di bagian tengah. Ia lalu duduk dan menikmati perjalan singkatnya.

Namun, bagi Pramono, perjalanan dengan transportasi umum bukan sekadar cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2025 lalu, ia membuat sebuah kebiasaan yang hingga kini masih dijalaninya, yaitu menggunakan transportasi umum setiap Rabu.

Di dalam bus, ia justru mencari potret Jakarta dari sudut pandang penumpang.

Dari kursi penumpang itulah, Pramono mengaku kerap menemukan persoalan-persoalan yang dihadapi warga.

Mulai dari kemacetan, keberadaan parkir liar, hingga cerita warga yang belum menerima bantuan sosial.

“Saya enggak pernah pegang hp di TJ. Saya lebih banyak pengen mendengar keluhan, masukan, saran. Menurut saya, itu yang lebih bermanfaat,” ucapnya.

Baginya, percakapan singkat dengan warga saat menggunakan transportasi umum justru menjadi sumber informasi yang berharga.

“Terutama menyangkut lalu lintas. Misalnya, ada tempat yang belum pernah saya lihat, ternyata di situ banyak parkir liar dan sebagainya. Saya dapat dari mereka,” ujarnya.

Tak jarang Pramono juga membuka percakapan lebuh dulu dengan para penumpang. 

Ia bertanya mengenai kehidupan mereka, termasuk soal penerimaan bantuan sosial yang diberikan Pemprov DKI Jakarta.

“Kalau enggak saya juga nanya. Misalnya, keluarganya ada yang dapat KJP, KJMU, atau bantuan sosial lainnya. Dan mereka rata-rata menyampaikan itu,” tuturnya.

Menurut Pramono, obrolan-obrolan sederhana di dalam transportasi umum itu memperkaya pengetahuannya mengenai kebutuhan masyarakat Jakarta.

“Itu memperkaya pengetahuan saya tentang bagaimana kebutuhan masyarakat yang ada di sini,” katanya.

Sore itu, perjalanan Pramono di atas bus TransJakarta tidak berlangsung lama.

Bus yang ditumpanginya kemudian berhenti di dekat Patung Tugu Tani. 

Dari sana, ia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Hotel Aryaduta untuk menghadiri acara CitaLokaFest yang diselenggarakan oleh Tribun Network.

Perjalanan singkat itu mungkin hanya memakan waktu beberapa menit.

Namun, bagi Pramono, setiap perjalanan dengan transportasi umum selalu menjadi kesempatan untuk membaca wajah Jakarta secara lebih dekat, bukan dari balik meja kerja di Balai Kota, melainkan dari kursi penumpang di dalam bus.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Jakarta Raih Anugerah Tata Kelola yang Mendengar, Pramono: Suara Warga Tak Boleh Diabaikan

  • Baca juga: Pemprov DKI Sabet Penghargaan Daerah Paling Mendengar, Pramono: Bangun Jakarta Tak Cuma Soal Beton 

  • Baca juga: Disambut Pimpinan Tribun Network, Gubernur Pramono Naik Transjakarta Hadiri Cita Loka Fest 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.