Fakta Balita 2 Tahun Jatuh ke Laut di Anambas, Polisi Sebut Area Bermain Korban Tanpa Pengaman
Dewi Haryati June 24, 2026 10:07 PM

 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Siantan langsung menurunkan personel untuk membantu proses evakuasi seorang balita berusia 2 tahun 8 bulan yang terjatuh ke laut di Teluk Buluh, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (24/6/2026).

Balita tersebut diketahui bernama Shafawan Dhaffa Alfendra (SDA), putra dari Ilham, seorang nelayan tradisional yang sehari-hari mencari nafkah di laut.

Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan mengatakan, saat petugas tiba di lokasi kejadian, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri dan segera dibawa ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan penanganan medis.

"Begitu menerima laporan, anggota kami langsung menuju lokasi. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan pertolongan medis," kata Dodi kepada TRIBUNBATAM.id.

Menurut Dodi, tim medis di RSUD Tarempa sempat melakukan berbagai upaya penyelamatan terhadap korban. Namun nyawa balita tersebut tidak dapat diselamatkan.

"Di RSUD Tarempa, tim medis sempat memberikan pertolongan. Namun Allah SWT lebih sayang dengan adik kita," ujarnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bahwa lokasi tempat korban bermain berada di area pesisir yang cukup berbahaya bagi anak-anak, terutama balita.

Area tersebut berada di sekitar rumah panggung di tepi laut tanpa pagar pengaman yang memadai. 

Kondisi itu membuat anak-anak berisiko terjatuh ke laut apabila kehilangan keseimbangan saat bermain.

"Dari hasil pemeriksaan di lapangan, lokasi bermain korban memang cukup berisiko. Tidak terdapat pagar pembatas, sehingga apabila anak terpeleset sedikit saja, bisa langsung jatuh ke laut," ujar Dodi.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban diketahui bermain seorang diri tanpa pengawasan langsung dari orang dewasa.

Sebelumnya, korban baru selesai dimandikan neneknya, Nuryati.

Setelah itu, Nuryati meninggalkan korban sejenak untuk pergi ke rumah Ilham yang tidak jauh dari lokasi.

"Saat itu nenek korban pergi sebentar ke rumah ayah korban. Korban diduga tetap berada di sekitar rumah dan bermain sendiri tanpa pengawasan," katanya.

Beberapa saat kemudian, Nuryati kembali dan mendapati cucunya sudah dalam kondisi mengapung di bawah kolong rumah panggung yang berada tepat di atas laut.

Korban ditemukan dalam posisi telungkup di permukaan air.

Melihat kejadian itu, Nuryati langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.

Dengan dibantu cucunya yang lebih besar, Nuryati segera mengevakuasi korban dari dalam air dan membawa korban ke tempat yang aman.

Keluarga kemudian memberikan pertolongan pertama dengan membalikkan posisi tubuh korban. 

Saat dilakukan tindakan tersebut, cairan sempat keluar dari mulut korban. Namun korban tetap tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Polisi menduga korban terjatuh ke laut akibat terpeleset saat bermain.

Tidak adanya saksi yang melihat secara langsung, membuat peristiwa tersebut baru diketahui setelah korban ditemukan mengapung di bawah kolong rumah.

Selain membantu proses evakuasi, personel Polsek Siantan juga turut mendampingi keluarga selama proses penanganan jenazah hingga pemakaman. 

Korban dimakamkan pada hari yang sama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Air Padang dengan dihadiri keluarga, kerabat, dan warga sekitar.

"Kami Polsek Siantan turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga Ilham. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini," tutur Dodi. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.