Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Nasib nahas menimpa Achmad Khodur (57), peternak ayam broiler asal Dukuh Karangrejo, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026).
Kandang ayam dua lantai miliknya ludes terbakar dalam hitungan menit, menyebabkan 14 ribu ekor ayam, puluhan sak pakan, dan sejumlah peralatan peternakan hangus tak tersisa.
Peristiwa kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.
Besarnya kobaran api dan konstruksi kandang berbahan bambu membuat api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan, hingga menyisakan fondasi cor dan menimbulkan kerugian sekitar Rp1 miliar.
“Kebakarannya besar sekali. Langsung kebakar semua. Pemadam juga gak datang, karena lokasinya terjal dan warga padamkan secara manual,” ungkap Kapolsek Sawoo, AKP Tutut Ariyanto, Rabu (24/6/2026).
Dia menjelaskan, peristiwa kebakaran diketahui pertama kali saat pemilik hendak menuju ke kandang.
“Tetapi dari kejauhan sudah melihat kobaran api. Sesampainya di dekat TKP, api terlihat semakin besar dan menyambar seluruh rangka kandang,” jelasnya.
Kandang yang terbuat dari bambu, membuatnya cepat dilalap api.
Baca juga: Tangisan Suami Saksikan sang Istri Tewas dalam Kebakaran Ruko Sepeda di Surabaya
“Dalam tempo 15 menit, api sudah membakar keseluruhan kandang hingga habis menyisakan fondasi cor saja,” tegasnya.
Dia menjelaskan, si jago merah menyebabkan 14.000 ekor ayam broiler yang baru dimasukkan kandang oleh pemilik habis terpanggang.
“Terpanggang semua. Selain belasan ribu ayam juga pakan sebanyak 60 sak dan blower 3 buah semua habis. Kerugian Rp1 miliar,” terangnya.
Mantan Kapolsek Ngebel Polres Ponorogo ini menjelaskan, setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik.
Baca juga: 3 Rumah di Bondowoso Terbakar Gara-gara Korsleting Listrik, Sempat Terdengar Suara Ledakan
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengaku memang mendapatkan laporan.
Namun petugas tidak jadi ke lokasi.
“Karena kita mendapatkan telepon kembali diinformasikan bahwa kandang sudah habis, juga padam sendirinya. Lokasi juga jauh dan medan yang sulit,” pungkasnya.