Detik-detik Menegangkan Warga Dobrak Pintu Selamatkan 3 Bocah Terkunci Saat Kebakaran di Gandus
tarso romli June 24, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Suara tangisan dan jeritan histeris dari balik dinding rumah yang mulai dikepung asap tebal memicu aksi penyelamatan dramatis di Jalan Kadir TKR, Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Rabu (24/6/2026) sore.

Warga sekitar yang menyadari ada tiga anak kecil terjebak di dalam rumah yang sedang terbakar dalam kondisi pintu terkunci dari luar, langsung bergerak cepat melakukan aksi nekat demi menyelamatkan nyawa ketiga bocah tersebut.

Ketiga anak yang berhasil dievakuasi secara dramatis itu adalah NR (11) seorang anak perempuan, P (7) anak perempuan, dan G (3) seorang balita laki-laki.

Ketiganya kini tengah berjuang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) AK Gani Palembang akibat luka bakar dan sesak napas akibat paparan asap.

Baca juga: Sebuah Rumah di Gandus Palembang Terbakar Saat 3 Anak Terkunci di Dalam, Dilarikan ke Rumah Sakit

Terobos Kobaran Api, Warga Dobrak Pintu Pakai Kaki

Salah seorang saksi mata sekaligus pahlawan aksi penyelamatan tersebut, Fikri (29), menceritakan ketegangan di lapangan saat api mulai berkobar sekira pukul 15.30 WIB.

Begitu mendengar kabar dari tetangga bahwa ada anak-anak yang ditinggal orang tuanya bekerja dalam posisi rumah terkunci, warga langsung bersatu mendobrak pintu depan.

"Suasana panik sekali, warga ramai-ramai mendobrak paksa pintu depan menggunakan kaki. Begitu pintu terbuka, fokus kami langsung menyelamatkan anak yang paling kecil dulu. Dua adiknya (P dan G) berhasil dievakuasi duluan dari area depan rumah," kenang Fikri saat dibincangi Sripoku.com di lokasi kejadian.

Namun, tantangan belum usai. Anak tertua, NR (11), ternyata masih terjebak di area bagian belakang rumah yang ruangannya sudah dipenuhi kepulan asap hitam pekat.

Nekat Masuk Lewat Jendela Lihat Korban Meringkuk Ketakutan

Melihat sirkulasi api yang kian membesar, Fikri memberanikan diri mendekati area jendela kamar belakang.

Melalui celah tersebut, ia melihat NR tengah menangis histeris dalam posisi meringkuk lemas sembari bersandar di dekat teralis jendela.

"Mereka bertiga menangis ketakutan semua. Untuk anak yang paling besar (NR), posisinya ada di kamar belakang dan sedang bersandar dekat jendela. Saya langsung nekat memasukkan sebagian badan saya lewat jendela kamar itu, lalu menarik dan mengangkat tubuhnya keluar," tutur Fikri mendebarkan.

Berkat respons cepat dan aksi heroik Fikri bersama warga Lorong Jambu lainnya, ketiga anak dari pasangan Ardian Rusli (40) dan Siska ini berhasil lolos dari maut sebelum seluruh bangunan rumah tersebut hangus dilalap si jago merah.

Kapolsek Gandus, AKP I Made Budhi Harta Kusuma, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait asal-usul api.

Dugaan sementara dipicu oleh korsleting arus pendek listrik, meski ada pula indikasi dari kebocoran kompor.

Amuk api baru bisa dipadamkan total sekira pukul 17.00 WIB setelah jajaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.

Sementara itu, kedua orang tua korban dilaporkan telah berada di RS AK Gani untuk mendampingi ketiga buah hati mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.