Inggris berada dalam posisi yang sangat baik di Grup L setelah meraih kemenangan 4-2 atas Kroasia, yang dianggap sebagai laga paling menantang mereka sejauh ini.
Tim Tiga Singa selanjutnya akan menghadapi Ghana di Boston pada hari Selasa, sebelum menutup babak penyisihan grup melawan Panama di New York pada hari Sabtu.
Namun, apakah kemenangan atas Ghana sudah cukup untuk memastikan tempat Inggris di babak 32 besar?
Mengalahkan Ghana akan membuat Inggris mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan, menjelang laga terakhir mereka melawan Panama.
Hasil tersebut akan membuat tim asuhan Thomas Tuchel unggul tiga poin atas Ghana, yang mencetak gol di menit-menit akhir untuk mengalahkan Panama 1-0 pada laga pembuka.
Kroasia diperkirakan akan mengalahkan Panama setelah pertandingan Inggris selesai. Jika demikian, mereka akan berada tiga poin di belakang pemuncak klasemen grup.
Namun kemenangan atas Ghana tidak hanya akan memastikan Inggris lolos ke babak 32 besar, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai juara Grup L.
Hal ini terjadi karena perubahan aturan FIFA yang kini menempatkan rekor pertemuan langsung (head-to-head) sebagai penentu utama jika dua tim memiliki jumlah poin yang sama di fase grup, menggantikan selisih gol yang digunakan sebelumnya.
Pada Piala Dunia sebelumnya, Inggris masih bisa disalip oleh salah satu dari Kroasia atau Ghana—bukan keduanya, karena mereka saling bertemu di laga terakhir—berdasarkan selisih gol, meski memiliki enam poin dari tiga pertandingan.
Namun dengan sistem saat ini, kemenangan dalam laga kedua akan membuat Kroasia maupun Ghana tidak mungkin mengejar Inggris.
Situasi ini tentu menjadi motivasi kuat bagi Inggris untuk menuntaskan tugas mereka di Boston dan membuka peluang mendapatkan jalur yang lebih menguntungkan menuju fase akhir Piala Dunia.
Jika Inggris finis sebagai juara grup, mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga dari Grup E, H, I, J, atau K di babak 32 besar.
Untuk saat ini, kemungkinan lawan tersebut bisa saja berasal dari antara Tanjung Verde, Uruguay, Senegal, Aljazair, atau Republik Demokratik Kongo, di antara beberapa kandidat lainnya.