Penjelasan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bart Assa Soal SPMB di Kota Manado
Ventrico Nonutu June 25, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Bart Assa tampil sebagai tamu dalam Tribun Podcast edisi Rabu 24 Juni 2026.

Kehadiran Bart Assa untuk membahas terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Manado.

Tribun Podcast kali ini dipandu oleh wartawan Tribun Manado Indry Panigoro.

Berikut petikan wawancaranya:

Tribun Manado: Apa perbedaan SPMB dengan sistem sebelumnya?

Bart Assa: Sebetulnya PPDB dan SPMB prinsipnya sama. Hanya istilah yang diubah berdasarkan ketentuan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.

Ada sedikit perbedaan, tapi perbedaan itu hanya dari sisi konten saja yang mana SPMB sekarang lebih komprehensif dan berorientasi pada pelayanan pendidikan bermutu bagi semua lapisan masyarakat.

Tribun Manado; Di tingkat SD dan SMP, bagaimana pembagian kuotanya? Ada jalur apa saja?

Bart Assa: SPMB tahun ini dibagi dalam empat jalur: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Namun tidak semua jenjang melakukan pendaftaran dengan empat jalur ini.

Khusus untuk sekolah dasar hanya tiga jalur; dimisili, afirmasi dan mutasi. Prestasi belum ada karena masuknya dari TK, yang rata-rata belum ada penilaian prestasi.

Masuk ke SMP sudah ada penilaian prestasi, sehingga masuk ke SMP, keempat jalur itu yang dapat digunakan oleh calon siswa baru.

Tribun Manado: Bagaimana Dinas Pendidikan Kota Manado melihat proses SPMB ini? Bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bart Assa: Tahun ini lebih diperketat pendaftarannya. Kita menggunakan sisistem verifikasi untuk membuktikan valid tidaknya dokumen yang di upload oleh masyarakat.

Untuk penilaian perengkingan, siapa yang pantas diterima atau tidak itu yang menilai adalah sistem. 

Ada passing grade yang didasarkan pada 3 poin yaitu; hasil tes kemampuan akademik (TKA), hasil rata-rata nilai 5 semester terakhir, menilai ada tidaknya prestasi non akademik. 

Kita masikan bobot-bobot ketiga kategori tersebut.

Kategori TKA bobotnya 30 persen. Rata-rata nilai 5 semester bobotnya 55 persen. Prestasi non akademik bobotnya 15 persen.

Dihitung, harus capai passing gradenya 72, karena nomenklaturnya ini jalur prestasi.

Tribun Manado: Berapa jumlah pendaftar? Bagaimana perbandingannya dengan daya tampung sekolah negeri di Kota Manado?

Bart Assa: Total daya tampung sekolah negeri yang disediakan oleh Pemkot Manado melalu SPMB tahun ini adalah 7.488 murid yang terdiri atas 3.712 murid untuk jenjang SD dan 3.776 jenjang SMP.

Tribun Manado: Sejauh mana kesiapan infrastruktur digital atau sistem online dalam menghadapi lonjakan pendaftar dan potensi gangguan server?

Bart Assa: Menurut kami sudah cukup baik. Kami bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Manado.

Kita melakukan dobel backup. Kita tidak hanya menggunakan server dari Diskominfo, tapi Dinas Pendidikan juga telah memiliki dan mengoperasikan server sendiri sejak tahun 2026 ini. Jadi kita sudah punya ruang server sendiri dengan kapasitas yang cukup besar.

Tribun Manado: Keluhan apa yang paling banyak diterima oleh Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan SPMB?

Bart Assa: Persoalan yang muncul adalah pointing lokasi.

Tribun Manado: Jika ada calon siswa yang mengalami kendala teknis dan terancam tidak terakomodasi dalam proses seleksi, apakah ada ruang penyelesaian atau verifikasi khusus?

Bart Assa: Sebenarnya tidak bisa dikatakan terancam juga, karena di setiap sekolah itu ada kuota setiap jalur.

Kalau kuota sudah penuh, bukan berarti yang lewat kuota itu tak bisa mendapatkan sekolah, hanya memang di sekolah itu dia tidak akan terdaftar.

Tapi dia masih diberikan kesempatan mendaftar di tahap dua dengan pilihan sekolah yang lain.

Sejauh ini, masih banyak sekolah yang jauh dari capaian kuota.

Tribun Manado: Apakah ada wilayah di Kota Manado yang masih mengalami keterbatasan akses SMP negeri?

Bart Assa: Salah satunya Kecamatan Sario, pusat kota tapi tidak ada SMP negeri. Jadi kita perluas.

Berdasarkan radius juga. Awalnya kita tetapkan 4 km, sekarang 7 km.

Calon siswa domisili di Sario, dengan 7 km dia bisa menjangkau banyak sekolah di luar wilayah kecamatan.

Tribun Manado: Katanya ada sekolah yang siswanya hanya 7 orang?

Bart Assa: Memang seperti itu, bahkan saya pantau dari rekapitulasi tabel pendaftaran ini, ada yang sama sekali belum ada pendaftar.

Tribun Manado: Bagaimana pengawasan DInas Pendidikan terkait potensi manipulasi data kependudukan?

Bart Assa: Setiap sekolah punya petugas verifikator. Mereka harus jeli,  karena itu kita pagari mereka dengan surat pertanggungjawaban yang harus mereka tandatangani.

Tribun Manado: Kalau ditemukan ada manipulasi data, apakah ada sanksi?

Bart Assa: Ada. Di dalam SPTJM sudah tertulis bahwa bertanggung jawab dengan konsekuensi hukum bilamana melakukan manipulasi data.

Setelah selesai SPMB ini kita juga akan melakukan evaluasi terhadap proses ini termasuk kepada petugas yang ditugaskan menjadi admin.

Tribun Manado: Bagaimana komitmen Dinas Pendidikan terkait SPMB berjalan bersih dan bebas intervensi?

Bart Assa: Sistem ini kecerdasannya dalah mencatat dalam log historis setiap tindakan.

Maka setiap panitia, satgas, verivikator, operator, bahkan programernya dibatasi pergerakannya dengan ketentuan penandatanganan SPTJM.

Mereka tidak boleh berbuat lebih selain yang ditugaskan.

Sangat kecil kemungkinan mereka menerima titipan-titipan.

Saya harap, kepala sekolah juga harus mampu mengawasi para operator.

Kita juga melakukan pengawasan melekat kepada mereka.

Tribun Manado: Bagaimana Dinas Pendidikan menanggapi sorotan dan masukan?

Bart Assa: Segala sesuatu yang baru dimulai tidak mungkin sempurna.

Jadi ada kelemahan-kelemahan yang harus kami akui.

Wajar kalau ada masyarkat mengkritisi hal ini, apalagi kalau anggota DPRD.

Saya sangat menghargai, karena ketika mengkritik, itu artinya mereka peduli untuk adanya perbaikan, peningkatan, perubahan ke arah yang lebih baik.

Kedepan memang kita harus mengakomodir masukan-masukan yang memang betul-betul bisa kita akomodir dan bisa kita lakukan perubahan.

Secara jujur kami katakan kritikan terhadap verifikasi itu tepat dan memang harus kita perbaiki.

Hanya saja fasilitas untuk itu belum bisa dibuka karena kita harus membuat MoU kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri agar supaya ketika salah satunya pendaftar mau memverifikasi data NIK, dia layak diterima atau tidak, belum bisa secara otomatis masih diperiksa secara manual oleh Disdukcapil dengan mereka membandikan data yang masuk dalam sistem kami dengan sistem kependudukan.

Tribun Manado: Apakah daya tampun SD dan SMP di Manado sudah mampu mengimbangi lulusan?

Bart Assa: Sudah banyak sekolah swasta yang kualitasnya baik. Ada sebagian siswa yang tidak mendaftar di sekolah negeri, mereka sudah lebih dulu mendaftar di sekolah swasta dengan berbagai alasan. 

Kalau liat dari sebaran mendaftar saat ini, dengan jumlah pendaftar yang belum terverifikasi ada sekitar 6 ribuan ini, itu mampu untuk kita tampung karena kapasitas kita itu 7 ribuan.

Hanya saja masyarakat diimbau kalau boleh jangan pilih-pilih sekolah.

Karena kalau tertumpuk di salah satu sekolah yang kapasitasnya dibatasi, mereka tidak bisa semuanya masuk.

Tribun Manado: Bagaimana nasib siswa yang tidak lolos di seluruh jalur penerimaan sekolah negeri.

Bart Assa: Tahun ini dibuka sampai tiga tahap masa pendaftaran.

Tahap pertama untuk SD baru selesai kemarin, dan hari ini kita melakukan pergeseran kuota antar jalur.

Itu kita lakukan dulu, proses dulu, jadi ada perubahan.

Kalau di tahap pertama ada jalur misalnya domisili kuotanya sudah tercapai, kemudian tidak ada yang bisa digeser dari jalur yang lain, maka sekolah itu tidak akan dibuka lagi pada tahap berikutnya.

Tahap kedua adalah kesempatan bagi calon siswa yang belum terakomodir di sekolah pilihan yang pertama untuk mendaftar kembali.

Jadi mereka tidak mendaftar lagi dari awal, yang mereka lakukan tinggal pemilihan sekolah berikutnya.

Tribun Manado: Jadi ada rekomendasi sekolah lain yang masih memiliki kuota?

Bart Assa: Iya. Jadi ketika mereka pointing koordinat, itu langsung keluar beberapa sekolah, tinggal mereka pilih. Tapi mungkin sekolah yang pertama sudah hilang dari peta karena sudah penuh.

Kalau dalam tahap dua juga tidak terakomodir, ada tahap tiga.

Tahap tiga diserahkan kepada kepala sekolah untuk melakukan penerimaan siswa baru dengan mengikuti ketentuan yang ada dengan menggunakan aplikasi, tidak manual.

Tribun Manado: Bagaimana sinergi Dinas Pendidikan dengan sekolah swasta agar siswa yang tidak terakomodir di sekolah negeri tetap memperoleh akses pendidikan yang terjangkau?

Bart Assa: Hubungan kita dengan sekolah swasta sangat baik sejauh ini. Karena mereka juga punya musyawarah kepala sekolah. Itu kita sering undang organisasi-organisasi forum komunikasi antar sekolah baik swasta maupun negeri.

Kemudian tentu kita komunikasikan bagaimana anak-anak yang tidak terakomodir agar supaya mereka bisa bersekolah di sekolah swasta.

Ada anak-anak dengan ekonomi lemah atau berpenghasilan rendah itu bisa diterima di sekolah swasta.

Karena ada juga sekolah swasta yang tidak ada biaya pendidikan.

Tribun Manado: Jika ada orang tua yang menemukan kecurangan, kemana mereka harus melapor?

Bart Assa: Di aplikasi Teman Baru itu sudah tersedia. Pas buka websitenya ada kanal pengaduan.

Masukan saja disitu, kita langsung selesaikan.

Tribun Manado: Seberapa cepat Dinas Pendidikan menyelesaikan setiap pengaduan yang masuk?

Bart Assa: Ada yang langsung datang ke dinas, langsung selesai saat itu.

Tribun Manado: Dari seluruh proses yang berlangsung saat ini, pelajaran apa yang paling berharga bagi Dinas Pendidikan Kota Manado?

Bart Assa: Pelajaran terpenting yaitu bekerja dengan penuh integritas, dengan kejujuran. Karena itu yang dapat mengawal bagaiman program kita dapat berhasil sebagaimana dengan apa yang kita harapkan.

Tetapi kejujuran dan integritas itu juga harus konsisten dijalankan.

Memang tantangan tidak ringan, ada like dan dislike dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.

Tribun Manado: Bisakah Dinas Pendidikan menjamin tidak akan ada anak di Kota Manado yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena kendala administrasi atau teknis dalam SPMB?

Bart Assa: Dalam hal ini masih sulit untuk kita jamin.

Tetapi upaya-upaya untuk anak di Kota Manado bisa bersekolah semua, tidak ada yang putus sekolah, tidak ada yang tidak bersekolah, itu senantiasa kita bicarakan dan kita cari jalan keluarnya.

Oleh karena itu ada satu staf kami, yang kami pandu juga, itu kita membuat sistem.

Saya sangat percaya sistem karena hanya dengan sistem kita bisa disiplinkan orang, hanya dengan sistem kita bisa menyimpan data dengan baik dan teratur.

Makanya untuk dapat menyelesaikan masalah anak putus sekolah ini, yang paling penting adalah bagaimana kita mendata.

Kalau data sudah lengkap, kita menelusuri dan identifikasi itu mudah kita lakukan.

Sekarang kita dalam tahapan pendataan, namun pendataan yang kita lakukan ini masih secara manual.

Kedepan, tahun ini kita merancang sebuah sistem, kita namakan Si Penghapus, karena tujuannya untuk menghapus anak tidak sekolah.

Si Penghapus akronim saja: Sistem Pengentasan Anak Putus Sekolah.

Jadi itu sementara kita kembangkan. Kita bekerjasama, semua stakeholder kita coba koordinasikan.

Tribun Manado: Apa pesan kepada orang tua yang saat ini masih cemas menunggu hasil proses SPMB?

Bart Assa: Saya berharap kepada masyarakat terutama orang tua calon siswa yang mendaftar agar jangan perlu khawatir soal pendaftaran.

Jangan khawatir keadilan tidak dapat diterapkan karena meskipun barangkali proses verifikasi itu agak sedikit lambat, tetapi mereka akan tetap dapat terdaftar.

Soal masuk tidaknya itu tergantung kelengkapan dokumen, tergantung soal data persyaratan yang terpenuhi, di dalam sistem.

Misalnya soal kedekatan dengan satuan pendidikan, karena itu direngking berdasarkan jarak.

Walaupun mendaftar paling akhir, tapi kalau jaraknya itu dekat dengan sekolah, pasti akan terakomodir masuk dalam rangking-rangking di atas.

Tidak perlu khawatir, kami jamin proses pendaftaran dengan menggunakan Teman Baru ini, sebetulnya lebih efektif dari sebelumnya.

Hanya saja proses untuk memverifikasi dokumen itu membutuhkan waktu.

Bilamana dada hal-hal yang menjadi kendala dari orang tua untuk melakukan pendaftaran, silahkan langsung datang ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado untuk kita lakukan perbaikan atau kita kawal agar supaya bisa dapat terdaftar sesuai ketentuan yang berlaku.

(TribunManado.co.id/Ico)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.