TRIBUNMANADO.CO.ID,SULUT - Momen menarik mewarnai puncak Pekan Nasional (Penas) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2026 di Gorontalo.
Saat menyampaikan sambutan di hadapan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto menyempatkan diri menyapa Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang hadir bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulut dan ribuan petani asal Bumi Nyiur Melambai.
Sapaan Presiden Prabowo kepada YSK itu menjadi perhatian peserta dan disambut hangat di arena kegiatan nasional tersebut.
Baca juga: Wawali Kotamobagu Rendy Mangkat Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo, Belajar dan Tukar Pengalaman
Kehadiran Gubernur Yulius Selvanus pada PENAS XVII sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional
Komitmen YSK dalam memajukan sektor pertanian pun mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme petani Sulawesi Utara mengikuti PENAS XVII yang digelar di Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus, Sulawesi Utara mencatat sejarah dengan mengirimkan sebanyak 1.754 petani ke ajang tersebut.
Data tersebut disampaikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, yang mendampingi langsung rombongan petani bersama Kepala Dinas Pertanian Sulut, Nova Pangemanan.
Menurut Tahlis, kehadiran ribuan petani itu menjadi bukti dukungan terhadap kepemimpinan YSK yang dinilai memberi perhatian besar terhadap kesejahteraan petani.
Yang menarik, seluruh peserta asal Sulut berangkat menggunakan biaya sendiri.
"Ini bukti nyata di lapangan. Para petani kita datang dengan semangat membara, modal biaya sendiri. Mengapa? Karena mereka percaya penuh pada komitmen dan visi kepedulian YSK dalam membangun Sulut lewat sektor pertanian," ujar Tahlis Gallang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Sulut Nova Pangemanan mengatakan jumlah 1.754 peserta menjadikan Sulawesi Utara sebagai kontingen terbesar pada PENAS XVII 2026.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian RI maupun Pemerintah Provinsi Gorontalo. Bahkan, Sulut menerima penghargaan khusus sebagai kontingen dengan jumlah peserta terbanyak.
"Apresiasi petani kepada sosok YSK ini luar biasa. Mereka berbondong-bondong ke Gorontalo karena merasa sangat diperhatikan lewat program dan kebijakan pertanian yang berpihak kepada rakyat," kata Nova.
Ia menambahkan, kehadiran ribuan petani Sulut juga memberi dampak positif terhadap perekonomian Gorontalo selama pelaksanaan PENAS.
Tingkat hunian hotel meningkat, usaha kuliner ramai, jasa transportasi bergerak, hingga pelaku UMKM lokal ikut merasakan manfaat dari kedatangan kontingen Sulawesi Utara.
Tak hanya membawa pulang ilmu dan pengalaman baru di bidang pertanian, kontingen Sulut juga mengharumkan nama daerah melalui partisipasi terbesar dalam sejarah penyelenggaraan PENAS KTNA. (REN)