Kadin Jatim Kumpulkan Pengelola SPPG Cari Solusi Keberlanjutan MBG
Dyan Rekohadi June 25, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur bergerak cepat mengumpulkan puluhan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah demi menyelamatkan keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah dihantam berbagai kendala operasional.

Pertemuan krusial itu digelar langsung di kantor Kadin Sidoarjo pada Rabu (24/6/2026).

Langkah itu diambil untuk mencari solusi atas nasib investasi para mitra serta perputaran ekonomi rakyat di daerah.

Baca juga: Kadin Jatim Surati Menteri Hukum Soal Laporan Perusahaan Lewat SABH: Data Bisa Dijual ke Kompetitor

 

Tegaskan Urusan Hukum Jangan Korban Anak Sekolah

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa sejak awal Kadin merupakan salah satu pihak yang mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya yang sangat besar bagi masa depan bangsa.

"Kami sejak awal mendukung program ini karena tujuannya sangat baik, yakni meningkatkan gizi anak-anak. Kalau berbicara gizi, tentu berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas generasi masa depan," kata Adik, Rabu (24/6/2026) kepada SURYA.CO.ID.

"Kalau ada kesalahan atau penyimpangan, itu urusan hukum. Tetapi tujuan program MBG yang sangat mulia ini tidak boleh bergeser. Programnya harus tetap berjalan dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah," jelas Adik.

Ia menyebut adanya MBG membuat terjadi perputaran ekonomi di daerah. Ada petani, peternak, pedagang, dan banyak pelaku usaha lain yang ikut terlibat. 

Dari sisi tenaga kerja, satu dapur bisa menyerap sekitar 50 orang. Kemudian ada sekitar 15 supplier yang terlibat.

"Kami ingin mengajak seluruh pelaku usaha yang menjadi mitra untuk duduk bersama, merembukkan bagaimana menyikapi kondisi yang ada. Soal efisiensi dan penegakan aturan kami tentu setuju, tetapi nasib SPBG juga harus dipikirkan karena sejak awal mereka hadir untuk mendukung pemerintah mewujudkan makan bergizi gratis bagi anak-anak Indonesia," terang Adik.

Baca juga: Soroti Pemadaman Bergilir PLN, KADIN Surabaya Ingatkan Dampak Pemadaman pada UMKM

 

Pelaku UMKM dan Mitra Dapur Takut Jadi Korban

Ketua Kadin Sidoarjo Ubaidillah Nurdin mengatakan para pelaku usaha yang terlibat dalam program MBG telah merasakan langsung dampak positif yang ditimbulkan terhadap perekonomian masyarakat.

"Sebagai pelaku dan mitra, kami sudah merasakan dampak positif peningkatan ekonomi. Mulai dari UMKM, pedagang sayur, pedagang buah hingga pelaku usaha lainnya ikut bergerak. Kalau program ini dihentikan, mereka pasti menjadi korban dan kami juga akan menjadi korban," ujar Ubaidillah.

Sementara itu, salah satu pemilik SPBG di Surabaya, Yayuk E Agustin, berharap para mitra yang selama ini telah berinvestasi dan berupaya menjalankan program dengan baik dapat memperoleh kepastian serta ruang komunikasi yang lebih terbuka.

"Sejak awal kami diajak untuk menjadi mitra dan berinvestasi karena program ini membutuhkan dukungan banyak pihak. Kami sudah berupaya memberikan yang terbaik bagi anak-anak penerima manfaat. Harapan kami tentu ada kepastian dan komunikasi yang baik agar program ini bisa terus berjalan dan berkembang," tambah Yayuk.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, M Rizal, menambahkan bahwa Kadin akan terus berupaya menjembatani berbagai persoalan yang dihadapi mitra SPBG melalui komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pihak terkait lainnya.

"Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi juga tentang penciptaan lapangan kerja dan pergerakan ekonomi rakyat. Karena itu kami akan terus memperjuangkan aspirasi para mitra agar tujuan besar program ini tetap dapat diwujudkan," pungkas Rizal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.