Sadis Siksa YTR, Perilaku Brutal Taufik Hidayat juga jadi Penyebab Ibu Wafat, Pukul Ayah Pakai Kayu
ninda iswara June 25, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Fakta baru terungkap terkait latar belakang kehidupan tersangka penganiayaan terhadap kekasihnya di Bandung, Taufik Hidayat (30).

Sosok yang kini menjadi sorotan publik itu ternyata memiliki rekam jejak perilaku bermasalah sejak usia muda.

Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi, mengungkapkan bahwa Taufik sudah dikenal sebagai anak yang kerap membuat masalah sejak kecil.

Bahkan, perilakunya disebut membuat banyak orang di lingkungan sekitar merasa takut.

Tragedi keluarga juga mewarnai kehidupan Taufik.

Ibu kandungnya dikabarkan meninggal dunia akibat stres dan depresi yang berkepanjangan karena memikirkan perilaku sang anak.

Sebelum terseret kasus penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki, Taufik diketahui pernah berurusan dengan hukum dalam perkara serupa.

Baca juga: Taufik Hidayat Terendus Lewat Transaksi Misterius, Masuk ke Sel Khusus, Kapolda Jabar: Terlalu Sadis

Kala itu, ia harus menjalani hukuman penjara selama sekitar satu setengah tahun akibat kasus penganiayaan yang menjeratnya.

Tak hanya itu, tindakan kekerasan yang dilakukan Taufik juga pernah menyasar anggota keluarganya sendiri.

Ia disebut pernah memukul ayah kandungnya, Tata, menggunakan sepotong kayu.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Kusnaedi yang mengaku mengenal perjalanan hidup Taufik sejak lama.

Menurutnya, perilaku agresif Taufik sudah terlihat sejak masih berusia anak-anak dan terus berlanjut hingga dewasa.

"Waktu kecil pas ngaji juga minum obat (obat-obatan terlarang). Udah gede gak ada yang mau temenan, pada takut, orangnya brutal, udah kelihatan dari kecilnya juga," kata Kusnaedi dikutip dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (24/6/2026).

Kusnaedi menuturkan bahwa warga sekitar selama ini memang mengenal Taufik sebagai sosok yang sulit dikendalikan.

Akibat sikap dan perilakunya, hubungan sosial Taufik dengan lingkungan sekitar disebut tidak berjalan baik.

Banyak warga memilih menjaga jarak karena khawatir terhadap tindakan yang bisa dilakukannya sewaktu-waktu.

Kusnaedi sendiri bukan hanya mengetahui cerita tersebut dari orang lain. Ia mengaku pernah terlibat langsung dalam penanganan kasus pidana yang menjerat Taufik sekitar sepuluh tahun lalu.

Pengalaman itu membuatnya memahami rekam jejak Taufik yang sudah lama berulang kali tersandung persoalan hukum.

Kini, setelah kasus penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki mencuat ke publik, berbagai fakta masa lalu Taufik kembali menjadi perhatian masyarakat.

"Pernah ditahan kasus penganiayaan dan penggelapan motor, saya yang ngurusin. Motor orang Garut. Pernah ditahan di Polres Rancaekek, divonis 1,5 tahun dipenjara," jelasnya.

Kemudian setelah itu Kusnaedi pun mengaku tidak pernah bertemu lagi dengan Taufik selama sepuluh tahun.

Menurut dia, perilaku Taufik yang brutal itu diakibatkan terlalu dimanja oleh ayahnya.

Baca juga: Mantan Istri Taufik Hidayat Buka Suara, Ditinggalkan Setelah 2 Minggu Menikah, Sebut Temperamental

SANTAI - Tampang Taufik Hidayat (lingkaran merah), penyiksa dan penyekap perempuan Rancaekek saat diamankan polisi di Majalaya, Selasa 23 Juni 2026 malam
SANTAI - Tampang Taufik Hidayat (lingkaran merah), penyiksa dan penyekap perempuan Rancaekek saat diamankan polisi di Majalaya, Selasa 23 Juni 2026 malam (Tribun Trends/Tribun Jabar)

"Kalau ribut sama tetangga suka dibela ayahnya, jadi kesayangan," kata dia.

Kusnaedi juga mengungkap fakta kalau ibu kandung Taufik sempat depresi sebelum meninggal dunia.

Sang ibu stress karena melihat perilaku anaknya yang brutal.

Bahkan bukan hanya Taufik, kakak dan adiknya juga berperilaku tidak baik.

Diketahui Taufik merupakan anak ketiga dari dua bersaudara. Kakak pertamanya perempuan, dan sudah meninggal dunia.

Kemudian kakak laki-lakinya juga dikenal kerap membuat onar dan sering mabuk-mabukan.

"Yang kedua suka mabok, kerja juga dipecat. Punya istri sudah dua kali cerai, anak satu, sering ancam orang berkelahi," kata Kusnaedi.

Kemudian adik Taufik merupakan laki-laki dan sudah meninggal dunia karena over dosis.

"Yang bungsu meninggal karena over dosis, minum obat-obatan sampai meninggal dunia," ungkap dia.

Akibat kenakalan anak-anaknya, sang ibu dikabarkan sampai stres dan depresi.

"Ibunya stress, setahun ampleung-ampleungan (jalan kaki ke sana ke mari)," kata Kusnaedi lagi.

Ia menuturkan kalau sang ibu saat itu hanya diam di rumah dan tak mau bicara atau diperiksa kesehatannya.

"Istrinya gak mau dibawa diperiksa, di rumah diem, gak ngomong, lalu ada kesempatan keluar, jalan terus," katanya lagi.

Bahkan sang suami saat itu sampai mencari keberadaan ibu Taufik Hidayat ke gunung.

"Mungkin itu (saking stress melihat anak-anaknya)," ungkap Kusnaedi lagi.

Sementara itu, sang ayah, Tata mengaku pernah dipukul oleh Taufik Hidayat.

Penyebabnya pun sepele, yakni karena Taufik ingin makan namun tidak ada apa-apa di rumahnya.

"Saya pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya lagi macul di sawah, dia di rumah lagi nganggur, mau makan gak ada apa-apa," tutur Taufik.

Selain bekerja di sawah, Taufik juga yang memasak untuk makan anak-anaknya.

"Dia datang ke sawah, langsung mukul, ngagebru (jatuh). Untung saya ada temen dua, mau mukul lagi dihalangin," ucapnya.

Kemudian setelah itu, kata dia, Taufik sempat kabur dan tak pulang ke rumah selama seminggu.

"Dia pergi kabur, gak balik lagi ke rumah. Kabur seminggu, datang lagi, minta maaf sambil nangis. Kapoekan (khilaf) katanya," ucap Tata lagi.

Setelah menyekap dan menganiaya Yuvita selama dua tahun, Taufik akhirnya ditangkap Polda Jawa Barat pada Selasa (24/6/2026).

Ia kini sedang menjalani pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.