Khanduri Asyura: Menjaga Warisan, Merawat Kebersamaan, Membangun Masa Depan Pariwisata Aceh
Muhammad Hadi June 24, 2026 11:03 PM

Oleh: Fevi Desy Noliza, SE*)

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan sosial yang terjadi di berbagai daerah, keberadaan tradisi lokal menjadi semakin penting sebagai penanda identitas dan karakter suatu masyarakat. 

Aceh sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan nilai-nilai keislaman memiliki banyak tradisi yang hingga kini tetap hidup di tengah masyarakat. 

Salah satunya adalah Khanduri Asyura, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Aceh setiap bulan Muharram.

Khanduri Asyura bukan sekadar kegiatan makan bersama atau perayaan tahunan. Di balik pelaksanaannya tersimpan nilai-nilai yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. 

Tradisi ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi, membangun semangat gotong royong, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antarsesama warga. 

Dalam suasana kebersamaan tersebut, masyarakat berkumpul tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi, mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh.

Keistimewaan Khanduri Asyura terletak pada kemampuannya menyatukan unsur adat dan syariat dalam satu praktik sosial yang hidup. 

Nilai-nilai Islam yang mengajarkan kebersamaan, berbagi rezeki, dan memperkuat ukhuwah tercermin dalam pelaksanaan tradisi ini. 

Baca juga: Besok Puncak Puasa Asyura: Simak Hukum, Keutamaan, Lengkap dengan Niat Arab dan Latin

Di sisi lain, kearifan lokal Aceh yang diwariskan oleh para leluhur tetap terjaga melalui berbagai tata cara dan kebiasaan yang menyertainya.

Di banyak negara dan daerah, tradisi budaya yang unik telah berkembang menjadi aset penting bagi sektor pariwisata. 

Wisata budaya kini menjadi salah satu segmen yang paling diminati karena menawarkan pengalaman autentik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. 

Dalam konteks ini, Khanduri Asyura memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari kekuatan pariwisata Aceh di masa depan.

Aceh selama ini dikenal luas karena kekayaan alam, sejarah, dan nilai-nilai keislamannya. Namun, kekayaan budaya masyarakat yang hidup dan berkembang dari generasi ke generasi juga merupakan aset yang tidak kalah penting. 

Khanduri Asyura dapat menjadi salah satu atraksi budaya yang memperlihatkan kepada dunia bagaimana masyarakat Aceh memadukan nilai agama, adat istiadat, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu saja, pengembangan tradisi ini sebagai daya tarik wisata harus dilakukan secara bijaksana. Nilai dan makna yang terkandung di dalamnya tidak boleh dikurangi demi kepentingan komersial. 

Justru yang perlu dilakukan adalah memperkenalkan esensi tradisi tersebut kepada masyarakat luas agar semakin dikenal, dihargai, dan dipahami. Pariwisata budaya harus menjadi instrumen pelestarian, bukan sebaliknya.

Peran pemerintah, lembaga adat, akademisi, pelaku pariwisata, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya tersebut. 

Dokumentasi, promosi, penelitian, hingga penyusunan agenda budaya tahunan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi Khanduri Asyura. 

Jika dikelola dengan baik, tradisi ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tradisi Layak dipertahankan

Lebih dari itu, pelestarian Khanduri Asyura merupakan investasi sosial dan budaya bagi generasi mendatang. 

Anak-anak dan kaum muda perlu diperkenalkan dengan tradisi ini agar mereka memahami akar budaya yang membentuk identitas mereka. 

Sebuah masyarakat yang mengenal dan menghargai warisan budayanya akan lebih siap menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati dirinya.

Baca juga: Puasa Asyura 25 Juni 2026, Tasua? Simak Bacaan Niat dan Tata Caranya

Khanduri Asyura adalah cerminan wajah Aceh yang ramah, religius, dan menjunjung tinggi kebersamaan. 

Karena itu, tradisi ini tidak hanya layak dipertahankan, tetapi juga layak dipromosikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang dapat memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata budaya yang unik dan berkarakter.

Melestarikan Khanduri Asyura berarti menjaga warisan leluhur. Mengembangkan potensinya berarti membuka peluang bagi masa depan. 

Keduanya harus berjalan beriringan demi Aceh yang berbudaya, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

*) PENULIS adalah Wakil Ketua DPW NasDem Aceh

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.