Qamaruzzaman Haqny Jagokan Brasil Juara Piala Dunia 2026, Percaya Sentuhan Carlo Ancelotti
Muhammad Hadi June 24, 2026 11:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM - Bagi pecinta sepak bola, mendukung Brasil bukan sekadar soal memilih tim favorit. 

Ada romantisme, sejarah panjang, dan tradisi juara yang membuat Selecao selalu memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya.

Perasaan itulah yang masih dipegang teguh oleh Qamaruzzaman Hagny. 

Di tengah ketatnya persaingan Piala Dunia 2026 dan munculnya banyak kandidat kuat juara, mantan Ketua Umum KONI Kota Banda Aceh itu tetap menempatkan Brasil sebagai unggulan utama untuk mengangkat trofi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baginya, Brasil bukan sekadar tim yang memiliki deretan pemain bintang. 

Lebih dari itu, negara berjuluk Negeri Samba tersebut mempunyai identitas, mental juara, dan pengalaman yang tidak dimiliki banyak negara lain.

“Sejak dulu saya selalu mendukung Brasil. Sampai sekarang pun saya tetap yakin Brasil calon juara dunia. Mereka punya pemain-pemain hebat dan pengalaman yang sangat besar di Piala Dunia,” ujar Qamaruzzaman Hagny kepada Serambi Indonesia.

Bagi generasi pecinta sepak bola Indonesia, Brasil adalah simbol keindahan permainan sepak bola.

Dari era Pele, Zico, Socrates, Romario, Bebeto, Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho hingga Neymar, Brasil selalu melahirkan pemain-pemain yang mampu menghibur sekaligus menakutkan bagi lawan-lawannya.

Qamaruzzaman termasuk salah satu penggemar yang tumbuh bersama cerita kejayaan Selecao.

Baca juga: Mimpi Albiceleste Mengukir Sejarah, Sekretaris BKA Muhadi Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026

Menurutnya, meskipun gaya bermain Brasil saat ini telah mengalami perubahan dibanding era sebelumnya, kualitas permainan mereka tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

“Memang sekarang Brasil sudah berubah. Banyak pemain mereka bermain di liga-liga Eropa sehingga gaya permainannya lebih modern dan lebih pragmatis dibanding dulu. Tapi kualitasnya tetap tinggi,” katanya.

Ia menilai perkembangan sepak bola modern membuat hampir semua negara mengadopsi pendekatan taktik yang lebih disiplin. 

Kondisi itu turut memengaruhi karakter permainan Brasil yang selama ini identik dengan sepak bola menyerang penuh improvisasi.

Namun di balik perubahan tersebut, Brasil tetap memiliki kekuatan utama yang sama: kualitas individu pemain.

Salah satu alasan terbesar yang membuat Qamaruzzaman optimistis adalah kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala Brasil.

Pelatih asal Italia itu dianggap sebagai sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Selecao setelah penantian panjang sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Bagi Qamaruzzaman, pengalaman Ancelotti yang telah memenangkan berbagai trofi bergengsi di Eropa menjadi modal yang sangat berharga.

“Ancelotti adalah pelatih yang sangat berpengalaman. Dia sukses di berbagai klub besar dan mampu menangani pemain-pemain bintang. Itu yang dibutuhkan Brasil saat ini,” ujarnya.

Baca juga: Zaheeri Jagokan Brasil Juara Piala Dunia 2026, Terinspirasi Filosofi Jogo Bonito

Menurutnya, kompetisi seperti Piala Dunia bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan mengelola tekanan dan menjaga mental pemain selama turnamen berlangsung.

Dalam aspek itu, Ancelotti dinilai memiliki keunggulan yang sulit ditandingi pelatih lain.

Vinicius dan Generasi Baru Brasil

Optimisme Qamaruzzaman juga bertumpu pada kualitas skuad Brasil saat ini.

Vinicius Junior menjadi nama yang paling mendapat perhatiannya. 

Penyerang lincah yang bersinar bersama Real Madrid itu dinilai memiliki kemampuan untuk menjadi ikon baru Brasil di panggung dunia.

“Vinicius adalah pemain luar biasa. Dia cepat, kreatif, dan punya kemampuan mencetak gol. Saya melihat dia bisa menjadi pembeda bagi Brasil,” katanya.

Selain Vinicius, Qamaruzzaman juga menyoroti sejumlah pemain lain yang dianggap memiliki peran penting dalam perjalanan Brasil.

Baca juga: Presiden Klub Al-Farlaky FC Jagokan Timnas Prancis, Optimis The Blues Raih Juara Piala Dunia 2026

Nama Raphinha disebut sebagai pemain yang mampu membuka ruang di sektor sayap. Fabinho dianggap penting dalam menjaga keseimbangan lini tengah. 

Kehadiran Neymar juga dinilai masih memberikan pengaruh besar, terutama dari sisi pengalaman.

Di bawah mistar gawang, Alisson Becker menjadi sosok yang memberi rasa aman bagi pertahanan Brasil.

“Brasil punya pemain lengkap di semua lini. Itu yang membuat mereka tetap menjadi salah satu tim paling kuat,” ujarnya.

Belum Terkalahkan di Fase Grup

Perjalanan Brasil di Grup C memang belum sepenuhnya mulus.

Pada pertandingan pertama, mereka ditahan imbang Maroko dengan skor 1-1. 

Hasil itu sempat memunculkan kritik dari sebagian pengamat yang menilai permainan Brasil belum menunjukkan kualitas terbaik.

Namun Qamaruzzaman melihat hasil tersebut dari sudut pandang berbeda.

Menurutnya, Maroko saat ini bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata. 

Kesuksesan mereka dalam beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa negara Afrika tersebut mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.

“Maroko sekarang sangat kuat. Jadi hasil imbang itu bukan sesuatu yang buruk,” katanya.

Brasil kemudian menjawab keraguan dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti pada pertandingan kedua.

Kemenangan itu membuat kepercayaan diri para pemain meningkat sekaligus membuka peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya.

“Saya melihat mereka mulai menemukan permainan terbaiknya saat melawan Haiti. Kekompakan tim semakin terlihat,” ujarnya.

Menanti Duel Kontra Skotlandia

Kini Brasil bersiap menghadapi Skotlandia pada laga terakhir Grup C yang berlangsung di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB.

Pertandingan tersebut akan menjadi penentu posisi akhir kedua tim di klasemen grup.

Di atas kertas, Brasil lebih diunggulkan. Namun Qamaruzzaman mengingatkan bahwa tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia.

“Semua tim yang lolos ke Piala Dunia pasti punya kualitas. Brasil tetap harus bermain serius dan fokus,” katanya.

Ia memperkirakan Brasil akan tampil lebih agresif sejak menit awal untuk mengamankan kemenangan dan menjaga momentum menuju fase gugur.

Baca juga: Jadwal Argentina vs Austria, Selangkah Lagi Messi Ukir Sejarah, Menanti Momen Bersejarah di Dallas

Meski menjagokan Brasil sebagai juara, Qamaruzzaman tidak menutup mata terhadap kekuatan negara-negara lain.

Menurutnya, Argentina tetap menjadi salah satu pesaing terkuat karena memiliki tradisi juara dan kualitas pemain yang merata.

Selain Argentina, ia juga memasukkan Spanyol, Portugal, dan Prancis dalam daftar kandidat kuat juara.

“Argentina, Spanyol, Portugal, dan Prancis adalah tim-tim yang sangat berbahaya. Mereka punya kualitas untuk menjadi juara,” ujarnya.

Sementara untuk kategori kuda hitam, ia menjatuhkan pilihan kepada Maroko dan Jepang.

Dua negara tersebut dinilai memiliki organisasi permainan yang baik serta disiplin taktik yang mampu menyulitkan tim-tim besar.

Pandangan Qamaruzzaman terhadap sepak bola tentu bukan tanpa dasar.

Ia dikenal sebagai sosok yang lama berkecimpung dalam dunia olahraga Aceh. 

Selain pernah menjabat Ketua Umum KONI Kota Banda Aceh, ia juga pernah menjadi Manajer Tim Sepak Bola Aceh pada PON 2008 di Kalimantan Timur.

Baca juga: Ketua Suporter Persiraja Jagokan Inggris Juara Piala Dunia 2026, Ini Jadwal dan Prediksi Starting XI

Di luar itu, Qamaruzzaman aktif dalam berbagai organisasi, mulai dari Pengurus Provinsi Percasi Aceh, PMI Kota Banda Aceh, Komite MIN 6 Model Banda Aceh, hingga Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Aceh.

Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain, tetapi juga manajemen, kepemimpinan, dan kekuatan mental.

Karena itulah ia percaya Brasil memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia.

Menunggu Mahkota Keenam

Sudah 24 tahun berlalu sejak Brasil terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002.

Bagi negara yang telah lima kali menjadi juara dunia, penantian itu terasa sangat panjang.

Namun Qamaruzzaman percaya, Piala Dunia 2026 bisa menjadi momentum berakhirnya penantian tersebut.

Dengan kombinasi pemain-pemain berbakat, pengalaman Carlo Ancelotti, serta tradisi juara yang melekat kuat dalam DNA Selecao, ia meyakini Brasil memiliki peluang besar untuk kembali berdiri di puncak dunia.

Baca juga: Dokter Spesialis Asal Pidie Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026, Mbappe dan Dembele Modal Les Bleus 

“Brasil selalu punya cara untuk bangkit di turnamen besar. Saya yakin kali ini mereka bisa melangkah jauh dan mengakhiri penantian gelar juara dunia,” katanya.

Di Aceh, seperti jutaan penggemar Brasil lainnya di berbagai penjuru dunia, Qamaruzzaman akan terus menunggu dan berharap.

Menunggu Vinicius Junior dan kawan-kawan menari bersama bola.

Menunggu warna kuning-hijau kembali menguasai panggung sepak bola dunia.

Dan menunggu lahirnya sejarah baru: gelar keenam Brasil di Piala Dunia 2026.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.