Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Peresmian jalan Skori-Puai sepanjang 7 kilometer di Kabupaten Jayapura diharapkan mampu membuka peluang destinasi wisata baru sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Namun di balik rampungnya proyek strategis tersebut, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memberikan catatan serta peringatan yang sangat keras bagi warga setempat.
Yunus Wonda menegaskan pembangunan infrastruktur ini murni merupakan hasil usulan pemerintah daerah yang diakomodasi oleh pemerintah pusat, bukan atas klaim sepihak dari oknum atau individu tertentu.
"Jalan lingkar selatan yang hari ini viral, pembangunannya dilakukan oleh negara atas usulan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Kami berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, lalu diusulkan ke pemerintah pusat," ujar Yunus Wonda di Sentani, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Belum Rampung, Festival Danau Sentani Diundur hingga September
Hal serupa juga berlaku penuh untuk pembangunan jalan Demta-Muaif.
Yunus menegaskan kembali proyek tersebut dibangun oleh negara demi kepentingan umum, bukan oleh individu.
"Itu diusulkan oleh pemerintah daerah, bukan dibangun oleh Yunus Wonda atau Haris Yocku secara pribadi, melainkan oleh negara. Dana APBN tidak akan turun jika tidak ada usulan dari daerah. Jadi, tidak perlu ada polemik lagi. Negara membangun ini semua demi kepentingan masyarakat," tegasnya.
Minta Kapolres Tindak Tegas Pelaku Pungli
Seiring terbukanya akses jalan baru yang berpotensi memajukan sektor pariwisata, Bupati Yunus Wonda langsung melayangkan peringatan keras kepada oknum pemuda atau masyarakat setempat yang kerap melakukan pungutan liar (pungli) dan aksi pemalangan jalan.
Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian untuk menyeret dan menindak tegas para pelaku pemalangan yang dinilai merugikan daerah.
"Saya meminta Kapolres dan Kapolsek untuk menghentikan aksi palang-palang jalan itu. Jika wilayah ini menjadi tempat wisata, masyarakat yang ingin berjualan silakan, tetapi jangan memalang jalan hanya untuk mendapatkan uang secara instan," cetus Yunus dengan nada tinggi.
Yunus menyayangkan aksi pemalangan yang terus berulang karena dinilai menghambat masuknya investasi besar, padahal Kabupaten Jayapura memiliki potensi alam yang luar biasa menakjubkan.
"Kita lelah dengan urusan palang-memalang ini. Bagaimana daerah mau maju kalau setiap saat dipalang? Banyak investor yang mau masuk, tetapi urung karena masalah ini. Padahal kita harus bersyukur Tuhan memberikan alam yang luar biasa. Saya ingatkan kepada anak-anak yang sering menagih (pungli), segera berhenti. Lebih baik berjualan kelapa muda atau usaha lainnya," imbau Yunus.
Selain jalan Skori-Puai, Yunus membeberkan sejumlah proyek infrastruktur lain yang dipastikan akan segera berjalan dalam waktu dekat.
Pekan depan, prosesi adat atau ibadah untuk pembongkaran jalan di Kampung Omon akan dimulai. Proyek serupa juga segera dikejar untuk rute Yongsu menuju Distrik Ravenirara.
Baca juga: Bupati Jayapura Berang Puskesmas Dipalang, Yunus Wonda: Itu Bukan Adat, Cuma Mau Uang Instan
Sebagai informasi, pembangunan jalan di Kabupaten Jayapura ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Peresmian proyek ini dilakukan secara daring oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dari Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026) kemarin.
Total ada 1.151 kilometer jalan daerah yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia yang diresmikan secara serentak.
Khusus untuk Provinsi Papua, terdapat lima paket pekerjaan jalan yang turut diresmikan oleh Presiden, yakni: