WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tren merawat hewan peliharaan kini tidak lagi sekadar menyediakan makanan untuk mengenyangkan.
Semakin banyak pemilik kucing atau pawrents yang memperhatikan kualitas nutrisi, kesehatan pencernaan anabul mereka.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya inovasi di industri makanan hewan peliharaan.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah keberhasilan MR.VET meraih penghargaan internasional Orange Dot Award 2026 kategori Bioteknologi dalam ajang industri hewan peliharaan dunia, Global Pet Expo, yang berlangsung di Orlando, Amerika Serikat.
Keberhasilan MR.VET tidak lepas dari inovasi produk T-Series yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan kucing.
Seri tersebut terdiri atas T1 untuk kesehatan pencernaan, T2 untuk perawatan kulit dan bulu, T3 untuk kesehatan saluran kemih, serta T4 yang diformulasikan khusus bagi kucing rumahan atau indoor cat.
Yang membedakan produk ini dari makanan kucing kering pada umumnya adalah penggunaan teknologi freeze-drying dengan proses dehidrasi suhu rendah.
Teknologi tersebut memungkinkan kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan asam lemak tetap terjaga sehingga lebih mudah diserap tubuh kucing.
Di tengah meningkatnya kesadaran pemilik hewan terhadap kualitas nutrisi, pendekatan berbasis sains seperti ini mulai menjadi perhatian utama dalam memilih makanan peliharaan.
Selain itu, prestasi lain datang dari Bite of Wild, merek saudara MR.VET, yang turut meraih penghargaan dalam kategori Nutrisi.
Produk unggulannya, Formula 42 Series yang terdiri dari P42, F42, dan K42, dikembangkan dengan pendekatan yang menyesuaikan pola makan alami kucing sebagai hewan karnivora.
Co-Founder MR.VET, Steve Bui, menjelaskan bahwa formula tersebut mengandung hingga 92 persen bahan baku hewani dan protein kasar mencapai 42 persen untuk mendukung pembentukan otot serta menjaga vitalitas kucing.
"Formula 42 Series mengandalkan kandungan bahan baku hewani dalam jumlah tinggi dengan komposisi yang disesuaikan dengan kebutuhan biologis hewan peliharaan," ungkapnya.
Selain itu, produk ini juga dibuat tanpa kandungan biji-bijian (grain-free) dan bebas bahan berbasis babi, sehingga dinilai lebih aman bagi kucing yang memiliki sensitivitas terhadap bahan makanan tertentu.
Stevei Bui menuturkan, dengan semakin berkembangnya produk berbasis riset dan teknologi, pasar hewan peliharaan global diperkirakan akan terus bergerak menuju era baru, di mana makanan tidak lagi sekadar menjadi sumber energi, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup dan kesehatan hewan peliharaan secara menyeluruh.
"Sekarang, kasih makan anabul bukan cuma sekadar bikin kenyang, tapi memastikan nutrisinya dirancang secara ilmiah dan presisi," pungkasnya.