Kota Jambi (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jamaah calon haji untuk musim penyelenggaraan tahun depan, terutama menyangkut pengetatan pemeriksaan kesehatan awal sebelum keberangkatan.

​"Sektor kesehatan menjadi fokus utama yang akan kami evaluasi dan tingkatkan. Kami mengakui tahun ini pelayanan kesehatan masih belum optimal, sehingga tahun depan harus lebih baik," kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf saat menyambut jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 20 BTH di Jambi, Rabu malam.

​Menurut Menhaj, pemeriksaan kesehatan awal yang diperketat sebelum keberangkatan merupakan bahan evaluasi krusial.

Hal ini bertujuan agar jamaah calon haji berada dalam kondisi fisik yang prima saat menjalani ibadah di Tanah Suci.

​Selain kesehatan, catatan lain yang menjadi bahan evaluasi berkala oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah manajemen fase pra-penyelenggaraan kegiatan di Arab Saudi.

​"Pertama, pemeriksaan awal jamaah harus lebih baik, kemudian kesiapan pra-penyelenggaraan kegiatan di Saudi juga akan kami tingkatkan," ujar Irfan.

​Dalam kesempatan tersebut, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras melayani jamaah.

Ia berharap jamaah yang baru kembali senantiasa dalam kondisi sehat dan meraih haji mabrur.

​"Alhamdulillah, malam ini saya menyambut kedatangan jamaah haji dari Kloter 20 BTH Jambi. Mereka pulang dengan sehat dan bahagia," ucapnya.

​Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji asal Provinsi Jambi pada tahun 2026 mencapai 3.308 orang.

Ia​ menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberikan dukungan besar pada musim haji tahun ini dengan mengucurkan bantuan dana hibah sebesar Rp42 miliar untuk menyukseskan operasional domestik haji daerah.

​"Bantuan dari Pemprov Jambi sebesar Rp42 miliar ini merupakan salah satu dukungan anggaran terbesar jika dibandingkan dengan kantor wilayah lain di Indonesia," tutur Wahyudi.