Laporan Koresponden Tribunnews.com dari Jepang, Richard Susilo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,9 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Kamis (25/6/2026) pagi.
Guncangan kuat tersebut berpusat di lepas pantai Prefektur Iwate dan terasa hingga Tokyo serta sejumlah wilayah lain di Jepang.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa terjadi pada pukul 07.30 waktu setempat dengan kedalaman sekitar 50 kilometer.
JMA memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami sehingga tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Sekitar satu jam setelah gempa terjadi, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menggelar konferensi pers pada pukul 08.30 waktu setempat.
Takaichi mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Ia juga meminta warga untuk mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas setempat serta terus memantau informasi resmi yang disampaikan otoritas terkait.
Baca juga: Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Bumi, Bantuan untuk Korban Disalurkan
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa," ujar Takaichi.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut.
Otoritas Jepang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi bangunan, fasilitas publik, dan infrastruktur di wilayah terdampak.
Berdasarkan data JMA, guncangan mencapai intensitas 6 atas pada skala seismik Jepang yang memiliki rentang hingga 7.
Tingkat guncangan tersebut tercatat di wilayah Hashikami dan Hachinohe, Prefektur Aomori.
Menurut JMA, pada intensitas 6 atas seseorang umumnya tidak dapat berdiri atau bergerak tanpa merangkak.
Sebagian besar perabot yang tidak terpasang permanen dapat bergeser, sementara berbagai benda berisiko terjatuh atau roboh.
Gempa juga tercatat berkekuatan intensitas 5 atas di Sannohe, Prefektur Aomori, serta di Kota Morioka dan sejumlah wilayah lain di Prefektur Iwate.
Getaran turut dirasakan di Prefektur Miyagi, Hokkaido, Akita, Yamagata, dan Fukushima, selain Tokyo dan wilayah sekitarnya.
Dilansir dari Kyodo News, dampak gempa juga sempat mengganggu layanan transportasi.
Operator kereta JR East menghentikan sementara operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen pada jalur antara Stasiun Sendai dan Stasiun Shin-Aomori untuk pemeriksaan keselamatan.
Pemerintah Jepang kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan serta mengutamakan informasi resmi dari JMA dan pemerintah daerah setempat dalam mengambil langkah-langkah keselamatan.