- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut Nota Kesepahaman Islamabad sebagai bukti kegagalan Amerika Serikat dalam menekan Iran.
Dilansir dari Viory, hal itu disampaikan Ghalibaf saat menghadiri Sidang ke-20 Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baku, Azerbaijan, Rabu (24/6).
Menurut Ghalibaf, kesepakatan yang tercapai bukanlah hasil tekanan atau paksaan dari pihak mana pun.
Ghalibaf menegaskan, nota kesepahaman tersebut lahir dari keteguhan dan perlawanan rakyat Iran.
"Kesepahaman Islamabad bukan hasil tekanan atau paksaan. Ini adalah hasil dari keberanian dan kekuatan bangsa Iran. Karena itu, nota kesepahaman ini merupakan deklarasi kekalahan Amerika," tegasnya.
Dalam pidatonya, Ghalibaf juga menekankan tidak ada negara yang bisa menciptakan keamanan bagi dirinya sendiri dengan membuat negara tetangganya tidak aman.
Selain itu, ia menegaskan komitmen Iran untuk terus mendukung Lebanon di tengah situasi yang sulit.