TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo melaporkan tiga ekor anjing dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap lima sampel yang diuji.
Sementara itu, dua sampel lainnya menunjukkan hasil negatif.
"Dari lima sampel yang diuji, tiga positif dan dua negatif," kata Kepala Dinas Peternakan Nagekeo, Klementina Dawo, kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis (25/6/2026).
Klementina menjelaskan bahwa jumlah kasus gigitan anjing yang tercatat secara statistik oleh Dinas Kesehatan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan. Berdasarkan laporan petugas, kasus gigitan anjing masih cukup sering terjadi dan tidak semuanya masuk dalam data rekapitulasi.
Baca juga: 4 Warga di Nagekeo Jadi Korban Gigitan Anjing, Satu Anjing Dinyatakan Positif Rabies
Ia juga mengungkapkan bahwa dari sejumlah anjing yang menggigit dan kemudian diambil sampelnya untuk pemeriksaan laboratorium, hasil uji menunjukkan lebih banyak yang terkonfirmasi positif rabies dibandingkan negatif.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Peternakan melakukan vaksinasi darurat di lokasi terjadinya kasus gigitan.
"Upaya yang dilakukan dinas adalah vaksinasi darurat di lokasi kasus gigitan," ujarnya.
Klementina mengimbau masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk berperan aktif mencegah penyebaran rabies dengan memvaksinasi anjing peliharaan secara rutin dan memeliharanya di dalam kandang atau area yang aman.
Ia juga meminta warga tidak membiarkan anjing berkeliaran bebas karena dapat meningkatkan risiko penularan rabies kepada manusia maupun hewan lainnya. Bagi anjing yang belum divaksin, masyarakat diminta segera menghubungi petugas kesehatan hewan atau dinas terkait untuk mendapatkan layanan vaksinasi.
"Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mewujudkan Nagekeo bebas rabies. Dengan memvaksin dan mengandangkan anjing peliharaan, kita tidak hanya melindungi keluarga sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh warga," tutupnya. (kgg).