TRIBUNJOGJA.COM - Agenda menarik berupa festival layang-layang akan digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di kawasan Kalurahan Kebonagung, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Minggu (28/6/2026).
Festival yang menampilkan warna-warni layang-layang ini rencananya dimulai pada pukul 10.00 WIB.
Ketua Festival Olahraga Daerah (Forda) II DIY 2026 Inorga Pelangi, Markus Purnomo Adi, mengungkap alasan memilih kawasan Kalurahan Kebonagung sebagai venue gelaran Forda tingkat provinsi untuk cabang olahraga layang-layang tahun 2026 itu.
"Agenda digelar di sana, karena kami menilai Kebonagung cukup ideal baik dari sisi akses ke sana enak, anginnya mendukung, dan tempatnya stategis gitu," katanya, Rabu (24/6/2026).
Sebelum Forda DIY Inorga Pelangi digelar, kalurahan setempat juga akan menerbangkan layang-layang naga pada Sabtu (27/6/2026). Agenda yang digelar oleh Kalurahan Kebonagung bersifat bebas dan umum.
Area Kebonagung di waktu-waktu sebelumnya juga kerap digunakan untuk tempat bermain layang-layang naga bagi anak-anak muda. Layang-layang tersebut dibuat oleh anak-anak itu sendiri.
Namun pada Minggu (28/6/2026), layang-layang yang diterbangkan khusus untuk agenda Forda DIY 2026. Forda DIY menggelar agenda tersebut setiap dua tahun sekali dan tahun ini menjadi gelaran kedua kalinya.
"Layang-layang perlu dilestarikan karena menjadi sebuah budaya," ucap Markus yang juga mejabat sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul.
Merujuk pada regulasi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas), akan ada tiga kategori yang akan dilombakan. Kategori tersebut terbagi dalam dua dimensi, tiga dimensi, dan train naga.
Adapun agenda ini akan diikuti kontingen dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Kota Jogja. Diperkirakan ada sekitar puluhan pelayang yang akan terlibat langsung.
Kriteria penilaiannya berupa penilaian bawah dan penilaian atas. Penilaian Bawah meliputi keserasian gambar layang-layang dengan judul, kerapian-konstruksi membuat layang-layang, serta orisinalitas dan komposisi warna.
Selanjutnya, untuk penilaian atas meliputi proses terbang, kestabilan di udara dan kemampuan mengangkat badan layang-layang, serta komposisi warna.
"Dalam Forda II ini, kami akan diambil tiga juara untuk masing-masing kategori dan pemenang berhak untuk dikirim pada tingkat yang lebih tinggi," jelas dia.
Lebih lanjut, selain menjadi ruang kompetisi, Markus berharap festival ini membawa dampak positif bagi sektor riil pelaku UMKM, pedagang lokal di Kalurahan Kebonagung, sekaligus mengasah kreativitas anak-anak.
"Kami ingin budaya terkait layangan ini tetap ada, sekaligus menarik minat anak-anak muda untuk terus berkreasi. Efek positifnya, kreativitas ini juga terus menambah jumlah klub layang-layang yang aktif di DIY," pungkasnya. (nei)