TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Para calon peserta didik jangan khawatir ketika tidak lolos di sekolah negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun 2026.
Pemko Pekanbaru sudah menjalin kerjasama dengan 38 sekolah swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan sekolah secara gratis tanpa ada pungutan biaya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho memastikan program pendidikan gratis tidak hanya berlaku di sekolah negeri.
Pemerintah kota juga siap menanggung penuh biaya pendidikan bagi calon peserta didik tersebut lewat program Zero Putus Sekolah.
Agung Nugroho menegaskan bahwa tidak boleh ada anak di Kota Pekanbaru yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena terkendala biaya. Apalagi bagi mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Jadi orang tua tidak perlu risau soal biaya sekolah anak. Kalau tidak lulus atau tidak tertampung di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemko Pekanbaru dan biayanya ditanggung penuh oleh pemerintah,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Dirinya menilai program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah.
Baca juga: Paripurna HUT Kota Pekanbaru ke-242 Berlangsung Khdimat, Ini Pesan Plt Gubri dan Wako Agung
Seluruh sekolah mitra tersebut sudah masuk ke dalam SPMB tahun 2026 yang terintegrasi dengan pemerintah kota.
Ada 23 SMP swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota. Mereka juga menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama untuk mengakomodasi calon peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan ke madrasah.
“Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ada 15 MTs yang biayanya masuk dalam tanggungan Pemko Pekanbaru,” tegasnya.
Dirinya menegaskan bahwa ini adalah komitmen dari program Zero Putus Sekolah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Intinya tidak boleh ada anak Pekanbaru yang putus sekolah. Kami siapkan jalurnya, kami siapkan sekolahnya, dan kami tanggung biayanya. Itulah program Zero Putus Sekolah yang sedang kami jalankan,” tuturnya.
Agung berharap seluruh anak usia sekolah dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Langkah tersebut juga menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan kuota di sekolah negeri setiap tahunnya.
Sekolah swasta yang bekerjasama dengan pemerintah kota yakni SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu dan SMP IT Al-Muhajirin. Lalu SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur dan SMP Tunas Karya.
Kemudian SMP Nurul Falah, SMP Yabri Terpadu, SMP Widya Graha, SMP PGRI, SMP Dwi Sejahtera, SMP IT Masmur 2 School, SMP Nurul Falah Kulim dan SMP Muhammadiyah 5. Lalu
SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Plus At Thoiba, SMP Bukit Raya, Sialang Bungkuk, SMP IT Darul Fiy Azkya dan SMP IT Aziziyyah.
Ada juga 15 Mts yaitu MTsN 2 Pekanbaru, MTs An Najah Pekanbaru, MTs Al-Mukarramah, MTs Hasanah Pekanbaru, MTs Masmur Pekanbaru, MTsS Al-Fajar dan MTs YKWI Pekanbaru.
Lalu MTs Ash Shiddiq, MTsS Ummi Fatimah Pekanbaru, MTs Tahfizh Rabbaniy, MTs Diniyah Putri, MTs Muhammadiyah 01 Pekanbaru, MTs Nurul Yaqin Pekanbaru, MTs Baitul Amal dan MTs Darul Ihsan.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)