TRIBUNLOMBOK.COM — Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Surat Keputusan (SK) penunjukan diserahkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Selain NTB, dua provinsi lain turut ditetapkan sebagai tuan rumah bersama, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Daerah Khusus Jakarta, dengan pembagian cabang olahraga yang akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas masing-masing daerah.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menyebut penetapan ini sebagai tonggak bersejarah bagi daerah.
Menurutnya, kepercayaan pemerintah pusat tersebut sekaligus merupakan tanggung jawab besar yang harus disambut dengan persiapan matang dan sinergi seluruh elemen masyarakat.
"Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan persiapan yang matang dan kerja bersama elemen masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Aka itu.
Baca juga: 31 Cabor PON 2028 Dipertandingkan di NTB, Pemprov Mulai Siapkan Anggaran
Ia menambahkan, penunjukan NTB juga mencerminkan keyakinan pemerintah atas rekam jejak daerah ini dalam menyelenggarakan berbagai ajang olahraga berskala nasional maupun internasional.
PON XXII 2028 akan digelar dengan konsep kolaboratif antara NTB dan NTT yang memanfaatkan keunggulan fasilitas yang dimiliki masing-masing daerah.
DKI Jakarta berperan sebagai daerah penopang untuk cabang-cabang tertentu yang membutuhkan fasilitas berstandar khusus.
Gubernur Iqbal mengungkapkan, hingga saat ini NTB tercatat berpeluang menampung 31 cabang olahraga (cabor), NTT 24 cabor, dan sisanya dijadwalkan berlangsung di Jakarta.
Meski demikian, pembagian tersebut belum bersifat final.
"NTB sejauh ini yang sudah terdata 31 cabor, NTT 24 cabor, dan sisanya ada di Jakarta. Tetapi ini belum final, karena setelah adanya SK ini Kemenpora bersama KONI akan melakukan pembahasan lebih rinci terkait cabor," jelas Iqbal.
Salah satu cabor yang dipastikan berlangsung di Jakarta adalah dayung, mengingat fasilitas yang tersedia di ibu kota dinilai sudah sangat memadai tanpa perlu pembangunan baru.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak akan ada pembangunan venue baru untuk perhelatan PON kali ini.
"Seperti yang disampaikan Presiden langsung kepada saya saat di Banjarbaru, fokus kegiatannya pada yang sudah ada fasilitasnya. Sementara yang kurang fasilitasnya atau yang lebih baik di DKI, dilaksanakan di DKI," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.
Sehari setelah menerima SK, Iqbal langsung menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTB untuk bergerak cepat.
Ia menekankan pentingnya persiapan yang terencana dan terukur, serta meminta seluruh perangkat daerah membangun koordinasi lintas sektor sejak dini agar setiap tahapan berjalan efektif.
Di tengah kondisi fiskal yang terbatas, Iqbal menegaskan agar setiap anggaran daerah digunakan secara selektif, efisien, dan akuntabel, dengan prioritas pada program yang benar-benar mendukung kesiapan NTB sebagai tuan rumah.
"Kita tidak hanya mengejar sukses penyelenggaraan, tetapi juga memastikan bahwa investasi yang dilakukan mampu memperkuat pembinaan olahraga, meningkatkan kualitas fasilitas yang ada, dan melahirkan prestasi yang membanggakan bagi atlet NTB," tegasnya, Rabu (24/6/2026).
Pemprov NTB telah mulai menyusun rencana pembiayaan melalui Perubahan APBD maupun APBD tahun-tahun berikutnya.
Namun, pembagian peran pendanaan antara pemerintah pusat, Pemprov NTB, serta pemerintah kabupaten dan kota di NTB disebut Iqbal belum mencapai kesepakatan.
Di luar aspek teknis penyelenggaraan, Iqbal memandang PON XXII 2028 sebagai peluang strategis yang lebih luas mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan pelaku UMKM, hingga menarik investasi dan memperluas pengenalan NTB di tingkat nasional.
Ia pun berharap ajang ini menjadi momentum kebangkitan olahraga NTB, bukan sekadar sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah.
"PON 2028 nanti kita ingin menjadi titik balik kebangkitan olahraga NTB. Kita ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi tidak kalah penting sukses melahirkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah," pungkas Iqbal.
Pemprov NTB berkomitmen menjalankan amanat pemerintah pusat agar PON XXII 2028 digelar secara efisien, transparan, dan berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
(*)