Alan Shearer dan Guy Mowbray sama-sama mencurigai adanya motif tertentu dari FIFA terkait keputusan yang tidak mengizinkan dua jeda terpisah untuk digabungkan selama pertandingan Inggris melawan Ghana.
Shearer, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Premier, tampak sangat tidak puas dengan kejadian tersebut. Ketika pertandingan dihentikan dan waktu jeda hidrasi semakin dekat, mantan penyerang tim nasional Inggris itu merasa tidak masuk akal bahwa wasit menolak untuk menggabungkan kedua jeda tersebut.
Insiden bermula ketika Reece James dan Jordan Ayew bertabrakan kepala, yang menyebabkan permainan dihentikan sejenak. Dalam komentarnya bersama Guy Mowbray, mantan striker Newcastle itu berkata: "Ini gila, wasit seharusnya langsung saja mengatakan, 'mari kita lakukan jeda hidrasi sekarang'."
Mowbray kemudian memberikan kemungkinan alasan mengapa jeda tersebut tidak digabungkan, sambil menyinggung adanya motif mencurigakan dari FIFA. Komentator ternama itu, yang dikenal sebagai salah satu suara paling ikonik di dunia sepak bola, memperkirakan bahwa keputusan tersebut mungkin berkaitan dengan jadwal iklan.
Jeda hidrasi sendiri menjadi sumber kontroversi besar pada Piala Dunia 2026, dengan banyak pihak yang menilai bahwa aturan ini justru merusak ritme permainan sepak bola itu sendiri. Karena tidak ada jadwal iklan yang direncanakan pada saat itu, keputusan akhirnya dibuat untuk tetap memisahkan jeda hidrasi dari penghentian permainan akibat benturan tersebut.
Kedua komentator tersebut sepakat dengan penilaian itu, sementara perjuangan Inggris untuk menaklukkan Ghana dalam pertandingan Grup L sempat terganggu akibat dua jeda yang terjadi secara terpisah.