TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kisah masa kecil Taufik Hidayat, sang tersangka kasus penyekapan wanita di Bandung bernama Yuvita Tri Rezeki diungkap kepala desa (kades) tempat tinggalnya, Kusnaedi.
Ternyata sejak kecil Taufik Hidayat dikenal sebagai anak yang nakal dan kerap membuat ulah di kampungnya.
Hal itulah yang membuat Kusnaedi mengingat dengan jelas bagaimana karakter Taufik dari kecil sampai sekarang.
Sosok Taufik Hidayat memang tengah jadi sorotan lantaran tabiat kejamnya menyekap sang pacar, Yuvita terbongkar.
Selama tiga tahun, Taufik keji menyiksa Yuvita hingga mengalami cacat permanen.
Korban yakni Yuvita mengalami kebutaan di kedua matanya serta kaki yang tak lagi bisa berjalan normal.
Sekujur tubuh Yuvita juga dipenuhi luka lebam, bacok, dan bekas penyiksaan lainnya.
Kondisi memilukan yang dialami Yuvita itu adalah akibat ulah Taufik Hidayat.
Kini Taufik telah ditangkap polisi atas penganiayaan berat yang ia lakukan terhadap Yuvita.
Taufik pun sudah resmi dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.
Atas kasus penganiayaan yang dilakukan warganya, Kusnaedi mengaku tak heran dengan perangai Taufik Hidayat.
Sebab kata Kusnaedi, Taufik memang dikenal nakal sampai tak punya teman.
"Dari masih kecil mah (Taufik) enggak ada temannya, takut lah, orangnya brutal. Jadi udah kelihatan dari kecilnya juga," akui Kusnaedi.
Dikenal sebagai anak yang sering berkelahi dengan temannya, Taufik kabarnya tetap jadi kesayangan orangtuanya terutama sang ayah.
Cerita itu diungkap Kusnaedi saat diundang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Kalau misal berantem sama tetangga, dibelain sama orangtuanya," kata Kusnaedi.
"Oh kesayangan," pungkas Dedi Mulyadi.
Mendengar cerita Kades, Dedi pun penasaran kenapa Taufik Hidayat bisa jadi anak kesayangan orangtuanya.
Ayah Taufik, Tata pun menjelaskan alasannya.
Bahwa Taufik Hidayat memiliki paras rupawan sehingga membuat orangtuanya bangga.
Diakui Tata, Taufik adalah anaknya yang paling tampan dibanding dua anak laki-lakinya yang lain.
"Waktu kecil benar dia (Taufik) anak yang paling disayang?" tanya Dedi Mulyadi.
"Benar disayang," akui Tata.
"Kenapa sayang banget sama Taufik Hidayat? Apa yang membuat bapak sayang banget sama dia?" tanya Dedi lagi.
"Karena ganteng, beda dari yang lain," pungkas Tata.
"Oh dibanding yang lain dia (Taufik) cakep," ujar Dedi.
"Emang anak bapak berapa biji?" tanya Dedi.
"Empat," ujar Tata.
Baca juga: Tabiat Buruk Taufik Hidayat, Pria yang Potong Bibir Wanita, Mantan Istri Bongkar: Nikah Cuma 2 Pekan
Bukan cuma Taufik, Kusnaedi menyebut bahwa dua anak laki-laki Tata yang lain juga berperilaku sama yakni nakal.
Bahkan adik Taufik dulunya meninggal dunia karena kecanduan minuman keras serta narkoba.
"Jadi yang pertama meninggal karena sakit. Yang kedua laki-laki?" tanya Dedi Mulyadi.
"Yang kedua masih ada, ya itulah, suka mabok, kerja di perusahaan dikeluarin karena mabok terus sampai sekarang. Yang ketiga?" ungkap Kusnaedi.
"Si Opik," kata Tata.
"Yang keempat overdosis," sambung Kusnaedi.
Kendati demikian, Tata membantah dirinya dulu selalu membela Taufik saat berkelahi dengan temannya.
Namun Tata tak menampik bahwa ia selalu sabar menghadapi perangai kasar Taufik sejak kecil.
Pun saat dulu dirinya dipukul pakai kayu oleh Taufik, Tata tetap memaafkannya.
"Ini (Taufik) paling ganteng di antara tiga anak laki-laki lainnya. Karena paling ganteng sehingga oleh bapak selalu dibela. Waktu kecil kalau (Taufik) gelut sama orang sama bapak dibelain ya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Enggak," jawab Tata.
"Sama tetangga (katany) kalau berantem (si Taufik) selalu dibelain (orangtua), dimanja," ujar Kusnaedi.
"Ya karena itu, kalau sampai orangtua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orangtuanya memaafkan, itu cermin anaknya dimanja," pungkas Dedi Mulyadi.
Terkait dengan penyebab anak-anaknya termasuk Taufik berperangai kasar dan buruk, Tata mengurai penjelasan.
Bahwa pergaulan lah yang membuat anak-anak Tata menjadi liar.
"Cuma itu udah gede, pergaulan sama teman-temannya," kata Tata.
"Si Opik itu keluar SMA langsung keluar pergaulannya," ujar Kusnaedi.