Libur 18 Hari, Berapa Potensi Keuntungan yang Hilang dari 36 Dapur MBG di Bone?
Sudirman June 25, 2026 01:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Sebanyak 36 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bone menghentikan aktivitasnya selama libur sekolah.

Libur sekolah mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Kebijakan itu mengacu Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penghentian pendistribusian makanan bergizi selama masa libur.

Pendapatan setiap dapur dari program MBG ditaksir sekitar Rp6 juta / hari.

Program MBG melayani enam kali dalam sepekan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhenti beroperasi selama 18 hari. Jika sehari mendapatkan Rp6 juta, maka SPPG di Bone kehilangan pendapatan Rp108.000.000.

Total pendapatan dari 36 dapur mencapai 3.888.000.000.

Baca juga: Relawan SPPG Demo di DPRD Sulsel: Jangan Hapus MBG Banyak Janda Menganggur

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Bone, Andi Muhammad Akbar, mengatakan seluruh dapur MBG yang beroperasi libur selama tiga pekan.

"Ada 36 operasional. Saat ini berhenti sementara karena mengikuti libur semester sekolah," kata Andi Muhammad Akbar, Kamis (25/6/2026).

Operasional dapur MBG akan kembali berjalan bersamaan aktivitas belajar mengajar pada tahun ajaran baru.

Penghentian sementara merupakan bagian dari penyesuaian pelaksanaan program dengan kalender pendidikan nasional.

Pasalnya, mayoritas penerima manfaat program MBG di Bone merupakan peserta didik yang sedang menjalani masa libur sekolah.

Meski aktivitas distribusi makanan dihentikan sementara, pihak BGN Bone tetap melakukan pemantauan terhadap kesiapan dapur MBG yang telah beroperasi.

Selain itu, sejumlah dapur baru juga terus dipersiapkan untuk mendukung perluasan program MBG di Kabupaten Bone.

Relawan MBG, Fausan, mengaku harus mencari pekerjaan sampingan sambil menunggu program kembali berjalan.

Aktivitas di dapur MBG selama ini menjadi rutinitas yang dijalani setiap hari.

"Untuk sementara saya mencari kerja sampingan dulu sambil menunggu operasional MBG kembali aktif," ujar Fausan saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).

Ia mengaku sedih atas penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut.

Sebab, selama ini dirinya bersama relawan lainnya terlibat langsung dalam proses penyiapan hingga pendistribusian makanan bagi para siswa penerima manfaat.

Fausan menegaskan dirinya tetap menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.

Ia memahami bahwa penghentian sementara dilakukan karena kegiatan belajar mengajar di sekolah juga tengah memasuki masa libur.

"Sedih tentu ada, tetapi saya menghormati keputusan yang telah ditetapkan. Kami hanya menunggu sampai program kembali berjalan," katanya.

Fausan memilih memanfaatkan waktu dengan mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia berharap masa penghentian operasional tidak berlangsung lebih lama dari jadwal yang telah ditetapkan.

Fausan berharap operasional dapur MBG di Kabupaten Bone dapat kembali aktif setelah libur sekolah berakhir.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.