Acosta Rival Satu Tim Marc Marquez, Lorenzo Beri Peringatan Dini Saktinya si Alien
Nestri Y June 25, 2026 01:33 PM

DUCATI.COM
Persaingan Marc Marquez dan Pedro Acosta di Ducati Lenovo diprediksi akan panas di MotoGP 2027.

BOLASPORT.COM - Juara dunia MotoGP lima kali, Jorge Lorenzo, memperingatkan betapa susahnya menjadi pesaing Marc Marquez seperti di zamannya.

Pengumuman resmi tentang berlabuhnya Pedro Acosta ke Ducati Lenovo mulai musim 2027 mengundang banyak rasa penasaran.

Dream Team dua bocah ajaib beda generasi ini akhirnya bersatu dalam garasi yang sama.

Sama-sama dari Spanyol, satunya berjuluk si Semut dari Cervera, lainnya berjulukan si Hiu dari Mazzarron.

Dua pembalap ini sudah digadang-gadang punya talenta besar sejak masih muda.

Hanya saja nasib Acosta tidak seberuntung Marquez yang pada masa transisinya ke kelas MotoGP ditopang tim raksasa seperti Honda.

Bersama KTM, Acosta banyak ujiannya meski sudah mengeluarkan effort untuk mengejar kemenangan perdananya.

Sampai berita ini dimuat, pembalap berusia 21 tahun itu belum.pernah memenangi balapan utama hari Minggu sejak debut MotoGP pada 2024.

Tak heran, pindahnya Acosga ke Ducati Lenovo membuat banyak pihak ikut senang.

Akhirnya ada motor kompetitif dengan teknisi mumpuni berpengalaman yang bisa menyokongnya.

Namun demikian, ia harus tetap waspada.

Karena kehadiran Acosta menjadi rival satu tim Marc Marquez di tim Merah Borgo Panigale bisa menjadi dua sisi mata uang.

Bisa jadi Acosta yang mengguncang paddock Ducati dan menemukan eranya.

Bisa jadi pula, ia menjadi 'korban' selanjutnya keganasan Marquez yang acap kali membuat rekan satu timnya meredup atau sudah bersaing dengannya.

Peringatan serupa sudah diutarakan Jorge Lorenzo. Mantan pembalap Yamaha ini pernah mebikmati era persaingan sengit saat Marquez sedang jaya-jayanya 

Menurut Lorenzo, tidak ada pembalap yang bisa menyaingi Marquez, sampai detik ini, seperti saat masa persaingan dengannya.

Lorenzo menyebutkan bahwa saat itu, ia, Valentino Rossi, dan Dani Pedrosa "hampir setara" dengan Marquez.

Hanya, terkadang ia memiliki keunggulan. Namun hari ini, ia tetap yang terbaik di antara para pembalap.

Mantan pembalap asal Spanyol itu pun menekankan bahwa Marquez juga masih unggul di antara deretan pembalap era masa kini meski sudah berusia 33 tahun dan lengannya cedera.

“Apa yang bisa saya katakan tentang Marquez? Satu-satunya hal yang kurang darinya di tahun-tahun ia tidak menang adalah motornya – karena Honda tidak kompetitif – dan lengannya yang cedera,” katanya, ujar Lorenzo kepada GPOne.

"Tanpa cedera pada tahun 2020 dan dengan motor yang setara dengan para rivalnya, dia pasti sudah memenangkan setiap kejuaraan dunia, dan sekarang dia akan memiliki 12 atau 13 gelar dunia, hampir menyamai Agostini," imbuh X Fuera.

Lorenzo memaklumi takdir dan kondisi Marquez sekarang yang sudah jatuh bangun dari cedera.

Namun pendapatnya masih sama, Marquez itu spesial. Acosta tampaknya benar-benar harus menyadari ini.

“Tidak akan pernah seperti tahun 2019 lagi, tetapi ketika dia dalam kondisi yang kurang lebih baik, dia lebih unggul dari yang lain. Di generasi kami, dengan Valentino dan Pedrosa, kami semua berada di posisi yang sama; mungkin dia memiliki lintasan di mana dia sedikit lebih unggul," papar Lorenzo.

"Namun, jika dibandingkan dengan generasi ini, di usia 32-33 tahun, dia masih lebih unggul, dan ketika dia dalam kondisi prima dan mengendarai motor yang kompetitif, apa yang kita lihat akhir pekan lalu terjadi," tutur Lorenzo.

“Kita tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan; keadaan tidak akan selalu seperti ini, dan akan ada trek di mana (Marco) Bezzecchi dan Aprilia akan lebih kuat dan Marquez akan lebih kesulitan, tetapi secara keseluruhan, dalam hal kemampuan berkendara, Marquez masih lebih unggul."

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.