Malang Nasib Nelayan Bagan Anambas, Amir Kena Lempar Batu saat Berlindung dari Cuaca Buruk
Septyan Mulia Rohman June 25, 2026 02:40 PM



TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS
- Nasib malang menimpa Amirullah, nelayan asal Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat melaut bersama lima rekannya.

Ia mengaku jika ada orang dari atas pompong yang melempar batu ke arah mereka saat berlabuh di perairan Mangkai akibat cuaca buruk pada Kamis (25/6/2026).\

Kejadian bermula saat dirinya bersama lima rekannya sedang melaut. 

Namun, cuaca buruk disertai angin kencang membuat bagan yang mereka gunakan hanyut dari posisi semula.

Untuk menghindari cuaca yang semakin memburuk, mereka kemudian mencari perlindungan dengan berlabuh di perairan Mangkai. 

Saat itu, aktivitas penangkapan ikan sudah dihentikan dan bagan berada dalam kondisi aman.

Menurut Amirullah, jaring bagan saat itu masih dalam posisi tergantung dan tidak sedang digunakan untuk menangkap ikan.

Mereka hanya menunggu kondisi cuaca kembali membaik.

Namun, ketika bagan sedang berlabuh menggunakan jangkar, sebuah pompong tiba-tiba mendekat ke arah bagan miliknya. 

Tak lama kemudian, orang yang berada di atas pompong tersebut melempar batu.

"Saat itu, kami sedang tidak bekerja dan jaring bagan dalam posisi gantung. Bagan diserang ketika sedang labuh jangkar," kata Amirullah saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pompong yang mendekati bagannya membawa sebuah jongkong atau sampan kayuh.

Posisinya berada tidak jauh dari bagan milik mereka.

Melihat tindakan tersebut, Amirullah mengaku sempat berusaha berkomunikasi dengan orang yang berada di atas pompong.

Ia ingin mengetahui alasan di balik aksi pelemparan itu.

"Saye sempat teriak manggil orang di pompong tersebut, kenapa melempar batu. Saya juga berupaya untuk minta penjelasan secara baik, namun tidak digubris," ujarnya.

Pelemparan batu itu, lanjut Amirullah, tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada bagian pompong dan fasilitas yang berada di sekitar bagan. 

Aksi tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan dirinya serta rekan-rekannya yang berada di lokasi.

Ia menilai tindakan itu tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena terjadi di tengah laut, saat para nelayan sedang berlindung dari cuaca buruk. 

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila batu mengenai seseorang.

Atas kejadian tersebut, Amirullah mengaku telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Jemaja.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

"Saya sudah buat laporan ke Polsek Jemaja. Saya juga berharap pihak kepolisian bisa segera meringkus pelaku. Sebab, aksi pelemparan batu itu cukup meresahkan dan mengancam keselamatan jiwa," katanya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan nelayan bagan lainnya, Pendi, yang berasal dari Letung, Kecamatan Jemaja. 

Menurut dia, dampak dari peristiwa tersebut tidak hanya dirasakan oleh nelayan asal Desa Landak.

Pendi menilai aksi penyerangan di laut dapat mengancam keselamatan seluruh nelayan bagan yang beraktivitas di wilayah perairan sekitar Desa Keramut.

Ia khawatir kejadian serupa kembali terulang apabila tidak segera ditangani.

"Penyerangan ini bisa berdampak terhadap keselamatan nelayan bagan lainnya. Karena beberapa kejadian di perairan Desa Keramut itu sering terjadi. Pelaku aksi teror itu dapat menimbulkan konflik yang lebih besar antar sesama nelayan," jelas Pendi.

Karena itu, ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut. 

Menurutnya, penegakan hukum yang cepat dan transparan penting dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para nelayan serta mencegah munculnya konflik berkepanjangan di tengah masyarakat pesisir.

Sementara Kapolres Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H melalui  Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo saat dikonfirmasi mengaku belum mempelajari secara rinci laporan terkait dugaan pelemparan terhadap bagan milik Amirullah. 

Hal itu karena dirinya baru kembali ke Jemaja setelah melaksanakan tugas di Polres Kepulauan Anambas di Tarempa.

"Belum saya pelajari, baru balik dari Tarempa. Kami belum melaksanakan gelar khusus terkait hal tersebut," kata Sutomo.

Meski demikian, Sutomo menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh nelayan yang beraktivitas di wilayah hukum Polsek Jemaja. 

Ia memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku dan kepolisian akan menyelidiki untuk mengungkap fakta.

Serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.