TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Niat mengurus kartu tanda penduduk (KTP), Febry mendapat kabar rumah kontrakannya terbakar.
Febry pun langsung bergegas menuju ke kontrakannya di Jalan Denai, gang Drom, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai.
Sesampainya di rumah, Febry melihat api sudah menjalar ke bangunan rumahnya, namun ia menyadari anak sulungnya saat itu sedang pulas tertidur ruang tamu.
Tanpa pikir panjang, seorang ayah tak tega anaknya terjebak kerumunan si jago merah, langsung masuk ke dalam rumah.
Ia pun mengendong anaknya dengan membalut kain selimut dan bergegas ke luar rumah.
Sementara itu, warga sekitar pun melakukan penyiraman air terhadap kobaran api tersebut dengan alat seadanya.
Banyaknya barang yang mudah terbakar di dua rumah itu membuat api semakin membesar sehingga menghanguskan seisi bangunan.
"Saat itu saya sedang mengurus KTP, tapi mendengar kabar ada kebakaran di rumah, saya langsung bergegas menuju ke rumah, pas pula anak pertama sedang tertidur di ruang tamu. Jadi keselamatan anak ku dulu," ucap Fabry dengan tatapan kosongnya, Kamis (25/6/2026).
Setelah menyelamatkan anak sulungnya, Febry mencoba menyelamatkan barang berharga miliknya, namun api yang marak itu membuat ia tak berdaya.
"Barang berharga kami enggak tertolong lagi, mau diselamatkan api sudah membesar, jadi engga bisa masuk lagi," ungkapnya.
Sementara itu, istrinya berada disebelahnya tak kuasa menahan air mata melihat barang berharga di dalam rumah kontrakan itu ludes terbakar.
Febry menjelaskan bahwa api bermula dari rumah pemilik kontrakan, namun api yang membesar ini langsung menyambar ke bangunan kontrakannya.
"Karena bangunan ini bersebelahan dan satu atap, jadi api dengan cepat menyebar," lanjutnya.
Ayah tiga anak ini menjelaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dialaminya serta anak.
"Anak pertama dan anak kedua sama saya, anak ketiga tempat saudaranya. Lemas badan saya melihat api tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran kota Medan dengan cepat menerjunkan lima unit mobil damkar sehingga api berhasil dijinakkan.
Petugas pun melakukan pendinginan dengan menyeser bangunan rumah yang masih tersisa bara api.
(Cr9/Tribun-medan.com)