Contoh Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Bab 1 Kawan Seiring Kurikulum Merdeka
SRIPOKU.COM - Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Pendidikan terus mendorong para pendidik untuk menerapkan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) di kelas.
Melalui metode ini, proses belajar mengajar tidak lagi terjebak pada hafalan materi yang padat, melainkan berfokus pada tiga pilar utama: mindful (kesadaran penuh), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan).
Pada jenjang Kelas 3 SD (Fase B), mata pelajaran Bahasa Indonesia di Bab 1 mengusung tema yang sangat penting bagi perkembangan sosial-emosional anak, yaitu "Kawan Seiring".
Baca juga: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Materi Bab 1 Kawan Seiring, Soal HOTS Terbaru Tahun 2026
Bab ini mengajak siswa mengeksplorasi arti pertemanan, berinteraksi dengan teman sebaya, serta memahami perbedaan karakter di sekitar mereka.
Agar materi ini memberikan dampak yang mendalam bagi karakter siswa, Modul Ajar harus disusun secara interaktif dan kontekstual.
Berikut adalah draf komponen utuh Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Semester 1 Bab 1 Kawan Seiring berbasis Deep Learning yang siap disalin untuk kelengkapan perangkat ajar.
Komponen Inti Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 SD
A. Informasi Umum
- Nama Penyusun: [Nama Guru]
- Instansi: [Nama Sekolah]
- Tahun Penyusunan: 2026
- Jenjang/Kelas: SD / 3 (Tiga)
- Materi Utama: Bab 1 - Kawan Seiring (Interaksi Sosial, Kosakata Pertemanan, & Kalimat Tunggal)
- Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)
B. Kompetensi Awal & Profil Pelajar Pancasila
- Kompetensi Awal: Siswa mampu menyimak cerita pendek dan menceritakan kembali secara sederhana.
- Profil Pelajar Pancasila: Gotong Royong (bekerja sama dengan teman) dan Berkebinekaan Global (menghargai perbedaan karakter teman).
- Sarana & Prasarana: Buku teks Bahasa Indonesia Kelas 3, bola plastik kecil (untuk permainan), lembar cerita, proyektor.
C. Rangkaian Pembelajaran Berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)
Tujuan Pembelajaran (TP):
Melalui diskusi bermakna dan kegiatan membaca terbimbing, peserta didik mampu mengidentifikasi karakter tokoh dalam cerita "Kawan Seiring", memahami arti kerja sama, serta menggunakan kosakata baru tentang pertemanan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
- Pertanyaan Pemantik (Memantik Pemahaman Mendalam):
- "Mengapa kita membutuhkan teman di sekolah? Bisakah kita belajar sendiri tanpa teman?"
- "Apa yang kamu rasakan jika melihat temanmu sedang kesulitan merapikan buku?"
- Langkah Kegiatan Belajar:
- Kegiatan Awal (15 Menit - Mindful Opening):
- Guru membuka kelas dengan mengajak siswa duduk rileks, menarik napas dalam, dan memikirkan satu nama teman baik mereka di kelas (Aktivitas Mindfulness).
- Guru memantik suasana dengan pertanyaan pemantik tentang arti seorang kawan.
2. Kegiatan Inti (75 Menit - Deep & Meaningful Process):
- Membaca Nyaring & Menyimak: Guru membacakan kisah pendek bertema "Kawan Seiring" yang menceritakan dua sahabat dengan sifat berbeda yang harus menyelesaikan tugas kelompok bersama.
- Bedah Karakter (Nalar Kritis): Siswa diajak berdiskusi secara mendalam: "Mengapa tokoh A kesal dengan tokoh B? Bagaimana cara mereka berdamai?". Strategi ini melatih anak memahami empati dan manajemen konflik dalam pertemanan, bukan sekadar tes membaca.
- Permainan "Bola Pertemanan" (Joyful Learning): Siswa melempar bola kecil secara bergantian. Siswa yang menerima bola wajib menyebutkan satu sifat baik dari teman yang melempar bola kepadanya, menggunakan kosakata baru (seperti: setia, penolong, jujur).
- Siswa mengerjakan LKPD Mandiri: Menuliskan cerita pendek berisi 3 kalimat tentang momen paling berkesan saat membantu teman di sekolah.
3. Kegiatan Penutup (15 Menit - Reflective Closing):
- Guru bersama siswa merangkum bahwa "Kawan Seiring" berarti berjalan bersama, saling melengkapi, dan saling membantu dalam kebaikan.
- Siswa melakukan refleksi akhir dengan memberikan tos (high-five) atau senyuman kepada teman di sebelah kanan dan kirinya sebelum berdoa pulang.
D. Asesmen Pembelajaran (Authentic Assessment)
- Asesmen Formatif (Proses): Lembar observasi guru mengenai cara siswa berinteraksi, menghargai pendapat, dan menunjukkan empati selama permainan dan diskusi kelas.
- Asesmen Sumatif (Hasil): Penilaian draf cerita pendek pada LKPD (kesesuaian tema pertemanan dan penggunaan kosakata baru).
Melalui pendekatan Deep Learning, materi Bab 1 Kawan Seiring tidak hanya menjadi pelajaran bahasa di atas kertas, tetapi menjelma menjadi laboratorium sosial bagi siswa untuk belajar menjadi sahabat yang baik.
Guru dapat memodifikasi draf komponen di atas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di sekolah masing-masing agar esensi pembelajaran mendalam dapat tercapai sepenuhnya. Selamat mengajar di tahun ajaran 2026/2027.***